“Saya sempat dengar bunyi, prak-prak, seperti ada yang patah. Ternyata saya lihat bangunan Ruko itu langsung miring,†kata Benus, salah seorang warga yang saat kejadian tengah ngopi di salah satu Warkop yang tak jauh dari lokasi miringnya Ruko tersebut.
Bunyi prak-prak yang dimaksud Benus diyakini berasal dari sejumlah paralon air ledeng, WC dan paralon penyalur air hujan dari lantai dua yang memang terlihat patah. Sebelumnya, paralon-paralon itu masih tampak rapi.
“Mungkin karena bangunannya retak, jadi paralonnya tidak mampu menahan, sehingga patah,†kata Benus.
Mengetahui kejadian tersebut, ratusan warga tanpa dikomando langsung datang ke lokasi. Aparat kepolisian dari Polsek Sekadau Hilir pun langsung turun tangan memblokade akses masuk agar warga tidak mendekat ke lokasi Ruko, karena dikhawatirkan sewaktu-waktu ambruk dan menimpa warga.
Pantauan di lapanganr lima bangunan ruko satu deret itu mengalami kemiringan di bagian belakangnya. Lantai bagian belakang ruko yang sebelumnya tergantung sekitar 1 meter, amblas hingga lantainya sampai menyentuh tanah.
Ruko tersebut diketahui milik Ng Sok Kim dan baru beberapa bulan selesai dibangun. Dari lima pintu, tiga pintu digunakan salah seorang anaknya untuk gudang produk kosmetik dan produk kelontong. Sementara dua ruko lagi dalam kondisi kosong.
“Ndak ada barang berat dalam ruko,†kata Rita, salah seorang anak pemilik ruko tersebut di lokasi kejadian.
Akibat miringnya bagunan Ruko itu, sejumlah lantai dan dinding ruko mengalami keretakan. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu.
Pewarta: Arkadius GansiEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026