"Jadi, bahan materialnya sendiri itu bom rakitan yang terkandung dan masih dipelajari," kata Boy saat konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Boy menjelaskan dari hasil proses olah TKP ditemukan bahan material yang sudah diamankan Pusat Laboratorium dan Forensik Polrestabes Surabaya dan tim penyidik kriminal umum Polda Jatim dan Densus 88 yang bertugas di wilayah Jawa Timur.
"Artinya, serpihan itu dikumpulkan dan dianalisis dan semuanya sudah hancur, tentunya perlu diperiksa Puslabfor apa saja bahan kimia yang terkandung di sana," katanya.
Selain itu, lanjut dia, ditemukan potongan besi 2-5 cm dan pecahan kaca yang terlempar 10-15 meter.
"Sudah kita amankan dan dimasukkan ke dalam kontainer peledak itu, kemudian serpihan-serpihan itu kita pelajari," katanya.
Dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV), terlihat sebuah kotak hitam yang diletakkan dan disulut dengan korek api oleh seorang pria dengan tinggi badan sekitar 165 cm, warna kulit gelap dan memakai helm.
Berdasarkan keterangfan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie, ditemukan juga jelaga di kontainer dan serbuk sisa ledakan yang mengandung unsur belerang dan klorat.
"Dugaan sementara bom 'low explosive' (ledakan berdaya rendah)," katanya.
Selain itu, Ronny menjelaskan ditemukan juga "cassing plat" besi tebal 2 mm dengan ukuran 10x15x25 dalam keadaan rusak, dua sisinya terlepas diduga untuk material bom.
Ditemukan juga potongan besi dengan ukuran 10 mm dan 12 mm dengan panjang 2-5 cm yang diperkirakan sebagai isian bom dalam kontainer.
Dia mengatakan CCTV di ATM dan CCTV Toserba milik Yanti di Ruko Kertanegara disita untuk dianalisis.
Sedangkan uang di ATM saat ini sudah diamankan pihak Bank Mandiri dan saldo akan dihitung oleh Bank Mandiri cabang Batu.
(M. Taufik)
Pewarta: Juwita Trisna RahayuEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.