Sungai Raya (Antara Kalbar) - Wakil Ketua Forum Komunikasi Ketua RT (FKKRT) Kabupaten Kubu Raya, Darmawan, meminta seluruh ketua RT untuk selalu siaga dalam mewaspadai gerakan radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di lingkungannya masing-masing.

"Kita mengimbau agar para ketua RT proaktif berkomunikasi dengan warganya untuk melaporkan jika menemukan adanya gerakan-gerakan yang mencurigakan di lingkungannya," katanya di Sungai Raya, Jumat.

Menurut Darmawan, peka dan peduli terhadap lingkungan merupakan peran dan fungsi RT. Ketua RT tidak boleh hanya berdiam diri saja, namun lebih aktif melakukan pengawasan dan memantau.

"Sosial kontrol tidak hanya kepada pemerintah, akan tetapi juga terhadap kehidupan sosial masyarakat," tuturnya.

Apalagi disebutkan Darmawan, tugas dan fungsi RT/RW seperti yang tercantum dalam Perda Nomor 3 tahun 2012 tentang RT dan RW sudah jelas, diantaranya membantu dan pemeliharaan terciptanya ketenteraman, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga serta melakukan pendataan terhadap penduduknya.

"Karena itu RT atau RW dapat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing seperti yang diamanahkan dalam Perda tersebut," katanya.

Hal tersebut juga dikatakan Ketua RT 9 RW 24 Dusun Banjar Baru Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya, Nasikin. Menurutnya dengan adanya ISIS yang mulai merambah ke Indonesia tentunya juga patut diwaspadai di Kubu Raya.

"Kami tetap akan memantau gerakan-gerakan khusus jika terjadi di lingkungan kami terutama sepertinya jika adanya gerakan ISIS," katanya.

Untuk mengantisipasi itu Nasikin menyatakan untuk memantau gerakan-gerakan yang mencurigakan itu tidak hanya dapat dibebankan kepada Ketua RT semata namun juga tentunya peran dari warga juga sangat dibutuhkan untuk saling memantau dan mengawasi.

"Jika ada warga yang kedatangan tamu hingga 1 x 24 maka harus melapor. Hal ini untuk kepentingan kita bersama," tuturnya.

Di samping itu, pihaknya akan segera segera koordinasikan dengan aparat setempat jika menemukan hal-hal mencurigakan. Ini dalam rangka untuk mengantisipasi munculnya gerakan ISIS.

Nasikin menegaskan lagi bahwa pihaknya tidak menginginkan ISIS berkembang sehingga dapat mempengaruhi ideologi kaum pemuda dan organisasi terutama yang berbasis Islam karena dapat merusak kehidupan sosial di masyarakat.

"Kita juga tidak menginginkan adanya ISIS ini jangan sampai menjadi peralihan isu internasional dan tekanan dari pihak barat namun harus ada keseimbangan dan keadilan dari pihak barat juga untuk menekan terjadinya konflik Palestina dan Israel," katanya.

Hal serupa disampaikan Ketua RT 04 RW 01 Desa Sui Raya Dalam, Syamsu Jaya.

"Ini sangat penting karena walaupun bagaimana lingkungan kita harus kita jaga. Jangan sampai kecolongan," katanya.

Sehingga kehidupan sosial di masyarakat tetap aman dan tentram. Tanpa ada disusupi dengan gerakan-gerakan yang dapat meresahkan masyarakat.

"Kita tidak ingin itu terjadi. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita dari ancaman pihak luar," tuturnya.

Pewarta: Rendra Oxtora
: Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026