Sintang (Antara Kalbar) - Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan pentingnya pembangunan kesehatan yang menyeluruh, adil dan terjangkau untuk mewujudkan masyarakat yang sehat.
    "Untuk itu, kenapa bidang kesehatan adalah salah satu hal penting dalam visi pembangunan daerah Sintang," kata Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Arbudin, mewakili Bupati Sintang Jarot Winarno.
    Ia mewakili bupati dalam acara pemasangan kap dan lencana serta ucap janji mahasiswa Tingkat 1 angkatan XVI Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (2/3).
    "Perawat menjadi salah satu ujung tombak pelaksanaan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sintang," kata Arbudin.
    "Kita mengharapkan perawat yang lulus dari Akper Sintang ini akan menjadi perawat yang berkualitas dan profesional serta siap bertugas dimanapun di daerah Kabupaten Sintang," tambahnya.
    Pada kesempatan ini, Pejabat Pelaksana Tugas Direktur Akper Sintang, Agus Hariono menyampaikan laporan mengenai prestasi para mahasiswa tingkat 1 Angkatan XVI ini. "Sebagai peraih peringkat pertama, Olga Dameria dengan IP, 3.93. Peringkat kedua, anak kami Oktavia Milna Herlina dengan IP 3,90, dan peringkat ketiga, Kristiani Dewi dengan IP 3,88," tambahnya.
    "Kami sangat berbangga karena prestasi para mahasiswa ini, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan keperawatan di Akper Sintang sudah sangat baik," ujarnya lagi.    
    Peserta kegiatan capping day ini, sebanyak 60 orang. Dengan mengenakan seragam putih mereka mengucapkan janji etis sebagai seorang perawat untuk melayani masyarakat.
    Turut hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Petrus Budi Rahardjo. Beliau mengisahkan sekilas riwayat kedinasannya yang dilaluinya,  dimana ia dulu juga seorang perawat.
    Pada kesempatan Budi mengingatkan kepada seluruh calon perawat, peserta capping day untuk selalu memperhatikan peningkatan kapasitas dan kualitas diri sebagai seorang pelayan masyarakat. "Ada tiga hal yang harus anda pahami dan terus ditingkatkan dengan baik ke depannya, tiga ranah kemampuan yang harus dimiliki seorang perawat, " kata Budi.
    Pertama, pengetahuan atau ilmu keperawatan. Kedua, keterampilan keperawatan, dan ketiga adalah skill psikomotorik bagaimana melakukan segala ketrampilan yang dipelajari. "Tidak cukup pintar saja, tapi bagaimana bisa mencerminkan sikap sebagai seorang perawat dan cukup terampil dalam melakukan pekerjaannya, semuanya harus berimbang," pungkasnya.



Pewarta: Faiz/Humas Sintang
: Teguh Imam Wibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2026