"Hal ini saya tegaskan, karena pada kegiatan ujian sekolah (AUS) yang sudah dilaksanakan beberapa hari kemarin, bahwa pemadaman listrik selalu menjadi masalah pelaksanaan itu, karena sangat mempengaruhi konsentrasi siswa dalam mengisi soal," kata Asmadi, di Singkawang, Selasa.
Untuk itulah, dia berharap pada pelaksanaan ujian nasional nanti, tidak terjadi pemadaman aliran listrik meskipun pihaknya telah mengantisipasinya dengan genset.
Asmadi menyebutkan, ujian nasional untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dimulai pada 2 Mei 2017.
"Untuk di Kota Singkawang, ada 33 SMP yang akan mengikuti ujian nasional pada 2 Mei mendatang," tuturnya.
Dari 33 SMP yang mengikuti ujian nasional, terangnya, empat SMP diantaranya akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer, dengan jumlah peserta sebanyak 761 siswa.
"Dari empat SMP yang mengikuti UNBK nanti, jumlah siswanya adalah sebanyak 761 orang," katanya.
Empat SMP itu, antara lain, SMPN 1, SMPN 3, SMPN 4 dan SMP Barito. "Untuk SMPN 1 akan menginduk ke SMKN 1, SMPN 3 menginduk ke SMAN 3, SMPN 4 menginduk ke SMKN 2 dan SMP Barito menginduk ke SMK Mudita," katanya.
Dengan sudah dilaksanakannya UNBK oleh empat SMP ini, diharapkan kedepan semua SMP yang ada di Kota Singkawang juga bisa melaksanakan UNBK.
Dia pun berharap, agar semua elemen masyarakat terutama orangtua siswa ikut mendukung dalam rangka peningkatan SDM dan kualitas pendidikan, lantaran UNBK sudah teruji kejujurannya ketimbang ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).
Untuk menghadapi UNBK, pihaknya pun telah melakukan persiapan diantaranya Try Out sebanyak dua kali dan simulasi UNBK dua kali.
Berkaca dari TO dan simulasi UNBK, katanya, dirinya optimistis jika siswa sudah siap untuk melaksanakan UNBK.
(KR-RDO/N005)
Pewarta: RudiEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.