"Sudah menjadi tradisi turun-temurun, kami selalu melibatkan anak-anak dalam menggemakan takbir sambil keliling kampung menggunakan penerangan obor dari bambu menggunakan minyak tanah dalam memeriahkan malam Lebaran di desa kami," kata Ketua Remaja Masjid Jami Al Huda, Ali Nafia, di Sempalai, Kamis malam.
Ia menjelaskan, diikut sertakannya anak-anak dalam takbir keliling dengan jalan kaki dan membawa penerangan obor agar sejak dini pada anak-anak sudah tertanam semangat takbir dalam merayakan malam Lebaran.
"Bukan malah sebaliknya merayakan malam Lebaran dengan pesta kembang api yang bukan budaya masyarakat timur," ujarnya.
Ia mengaku prihatin juga dengan aktivitas anak sekarang yang merayakan malam Lebaran dengan pesta kembang api, yang dinilai mubazir dan termasuk permainan yang berbahaya, baik bagi diri sendiri dan orang lain.
"Kami dalam melakukan takbir keliling dalam memotivasi anak-anak juga memberikan undian berhadiah, seperti minuman kaleng, kipas angin dan berbagai hadiah menarik lainnya yang merupakan sumbangan warga," ujarnya.
Selain itu, takbir keliling juga dilakukan kegiatan "nangguk" yaitu mengumpulkan sumbangan dari umat Muslim secara sukarela.
"Setelah sumbangan terkumpul dari nangguk tersebut, hasilnya dimasukkan ke kas Masjid, sisanya juga dibagikan kepada peserta takbir keliling yang sebagian besar diikuti oleh anak-anak tersebut," katanya.
Sementara itu, Pengurus Masjid Jami Al-Huda, Paulani menyampaikan apresiasinya kepada para remaja masjid yang dengan semangat tetap melestarikan tradisi takbir keliling sambil membawa obor dalam memeriahkan malam Lebaran di desanya.
"Mudah-mudahan dengan dikenalkannya tradisi takbir keliling menggunakan obor tersebut, maka bisa menumbuh kembangkan semangat kebersamaan bagi generasi sekarang," katanya.
Derta (8) salah seorang peserta takbir keliling tersebut mengaku senang bisa merayakan malam takbiran dengan takbir keliling tersebut.
(KR-DDI/N005)
Pewarta: AndilalaEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.