Distributor bahan bangunan CV Surya yang beralamat di Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan menurunkan upah buruh saat harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini naik, kata Lusminto Dewa Pemerhati Buruh Ketapang. 

"Kita sangat sayangkan kebijakan perusahaan tersebut," ungkap Dewa melakukan klarifikasi kepada pihak perusahaan di kantor distributor bahan bangunan CV Surya di Jalan DI Panjaitan, Ketapang, Kamis. 

Ia mengungkapkan, awalnya upah angkut buruh untuk satu sak semen Rp400. Kemudian diturunkan hanya Rp200/sak sehingga membuat beberapa buruh protes. Bahkan hingga melakukan mogok kerja sementara agar upahnya dikembalikan seperti semula. 

"Sangat kita sayangkan juga, buruh yang mogok kerja itu sekarang malah dipecat, ada lima buruh yang mengadu ke saya. Pada hal rata-rasa masa kerja mereka lebih kurang sepuluh tahun. Tapi semuanya tetap dianggap sebagai buruh lepas oleh pihak perusahaan," ungkap Dewa. 

Dewa berharap CV Surya tidak semena terhadap para buruhnya. "Seperti yang kita ketahui ini, buruh sudah belasan tahun saja masih menjadi karyawan lepas. Gaji pokok mereka juga tidak sesuai upah minimun yang ditetapkan Pemerintah," ujarnya. 

Riduan (28) mengaku sudah sembilan tahun menjadi buruh di distributor bahan bangunan CV Surya, Ketapang. Ia merupakan satu di antara buruh yang dipecat karena protes upah angkut semen diturunkan. 

"Iya, benar upah kami diturunkan dari Rp400 menjadi Rp200 per satu sak semen. Ketika kami protes dan mogok kerja, oleh perusahaan dianggap tidak mau bekerja dan langsung dipecat," ungkap Riduan. Baca juga: CV Surya turunkan upah buruh saat harga BBM naik

 

Pewarta: Subagyo
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026