Pontianak (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen menjaga keaslian budaya dan memperkuat semangat keberagaman melalui penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak yang akan menampilkan tarian kolosal dari 24 suku asli Kalbar.

"Kita ingin keaslian budaya, jangan sampai yang mengenakan pakaian adat Tionghoa ternyata orang Jawa. Atau yang memakai baju Melayu ternyata bukan suku Melayu. Ini bukan soal diskriminasi, tapi soal kejujuran budaya," kata Krisantus saat membuka kegiatan Pekan Gawai Dayak di Pontianak, Selasa.

Menurut Krisantus, dalam pertunjukan tersebut, setiap peserta akan mengenakan pakaian adat yang benar-benar mencerminkan suku asalnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya melestarikan identitas budaya serta memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia menegaskan bahwa penampilan budaya yang autentik memiliki makna penting sebagai simbol kerukunan dan persatuan di Kalbar, yang selama ini dikenal sebagai miniatur Indonesia karena dihuni oleh berbagai suku dan etnis dari seluruh Nusantara.

"Provinsi Kalimantan Barat adalah taman Indonesia kecil. Keindahannya justru terlihat karena keberagamannya. Seperti taman bunga, ia akan lebih menawan jika dihiasi berbagai warna dan jenis bunga, bukan hanya satu warna saja," tuturnya.

Wagub juga menyerukan kepada masyarakat Dayak sebagai penduduk asli Kalbar untuk menjadi teladan dalam menciptakan suasana yang damai dan tenteram di tengah keberagaman. Ia menyebut semangat cinta damai sebagai ciri khas masyarakat Dayak yang harus terus dijaga dan diwariskan.

"Saya ingin seluruh masyarakat, terutama yang telah lama tinggal di Kalbar, dapat menjadi pelopor perdamaian. Mari kita tunjukkan bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan harmonis," katanya.

Dalam kesempatan itu, Krisantus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak dalam tindakan-tindakan yang dapat merusak citra keamanan, termasuk keterlibatan dalam kelompok-kelompok berkedok organisasi masyarakat (ormas) yang justru menimbulkan keresahan publik.

"Kita harus bedakan mana aparat keamanan dan mana ormas yang justru menimbulkan keresahan. Mari kita bangun Kalbar dengan ketulusan, kejujuran, dan semangat kebersamaan," kata Krisantus.

Pemerintah Provinsi Kalbar berharap Pekan Gawai Dayak dapat menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, mempromosikan budaya lokal, serta membangun rasa saling menghargai antar masyarakat lintas suku dan agama di wilayah tersebut.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026