Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) menegaskan komitmennya untuk melibatkan peran pemuda secara aktif dalam pembangunan daerah, sejalan dengan semangat memperkuat sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing.
"Di tangan pemudalah masa depan bangsa dan negara kita. Kalbar ini akan maju apabila pemudanya maju," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan saat membuka Dialog Pemuda Lintas Generasi yang digelar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalbar, di Pontianak, Kamis.
Ia menilai kemajuan Kalbar sangat bergantung pada kualitas generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan, terutama di tengah keberagaman sosial dan budaya yang dimiliki daerah ini. Berdasarkan data tahun 2023, jumlah pemuda di Kalbar mencapai 1.352.972 orang, menjadikan mereka kekuatan dominan dalam populasi provinsi tersebut.
Namun demikian, besarnya jumlah pemuda perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, keterampilan, serta partisipasi sosial.
"Kalau dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing, maka sekarang perjuangan dilakukan dengan belajar, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah," tuturnya.
Ria Norsan juga menyebutkan, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kalbar meningkat dari 50,33 pada 2022 menjadi 53,33 pada 2023. Capaian ini menunjukkan adanya kemajuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta partisipasi ekonomi dan politik di kalangan pemuda.
Ia mengajak generasi muda menjauhi perilaku yang tidak produktif dan memperbanyak aktivitas positif seperti berorganisasi agar tumbuh menjadi generasi tangguh dan berintegritas.
"Pemuda jangan cengeng. Saya dulu aktif di HMI sejak 1987. Dari organisasi, kita belajar tanggung jawab dan ketangguhan," tuturnya.
Selain itu, Ria Norsan juga menyinggung tantangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang masih perlu ditingkatkan. Sekitar 25 persen penduduk Kalbar belum menamatkan pendidikan menengah atas. Karena itu, ia mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar memperluas program pendidikan vokasi serta Paket A, B, dan C agar masyarakat bisa belajar sambil bekerja.
"Dengan begitu, kita dapat membangun SDM yang unggul dan berdaya saing," katanya.
Sementara itu, Ketua FPK Kalbar Burhanudin Ahad menjelaskan kegiatan dialog tersebut digelar untuk memperkuat semangat kebangsaan lintas generasi, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025.
"Mengusung tema ‘1000 Pemuda, Satu Tekad Membangun Kalbar dalam Bingkai Bhinneka’, acara ini menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman," katanya.
Ia menambahkan, semangat Sumpah Pemuda harus terus diwariskan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama pembangunan daerah.
"Melalui dialog ini, kita ingin menyatukan tekad pemuda untuk membangun Kalbar di tengah kebhinnekaan," tuturnya.
