Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya percepatan peralihan dari hunian sementara (huntara) menuju hunian tetap (huntap) dalam pemulihan pascabencana banjir disertai tanah longsor di Provinsi Sumatera Barat.
Penekanan tersebut disampaikan seiring dengan evaluasi pembangunan rumah hunian bagi korban bencana yang dilakukan BNPB sebagai bagian dari penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Sumatera Barat.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa proses pemulihan pascabencana harus diarahkan pada penyediaan hunian yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi penyintas.
"Dokumen R3P diharapkan mampu menjadi pedoman komprehensif dalam penanganan pascabencana, termasuk peralihan dari hunian sementara menuju hunian," kata dia.
BNPB mengkonfirmasi bahwa evaluasi dilakukan terhadap progres fisik pembangunan huntara, kualitas bangunan, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta kesesuaian lokasi hunian dengan prinsip keamanan kebencanaan.
Selain itu, BNPB juga menilai kesiapan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait dalam mendukung pembangunan hunian pascabencana.
Menurut dia, hasil evaluasi menunjukkan pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Tanah Datar telah berjalan, namun masih diperlukan penyempurnaan fasilitas pendukung, penyesuaian desain hunian sesuai kebutuhan keluarga penyintas, serta percepatan target penyelesaian di beberapa lokasi.
Saat ini, pembangunan huntara di Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, ditargetkan sebanyak 60 unit, sedangkan di Kabupaten Tanah Datar masing-masing 23 unit di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, dan 15 unit di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan.
Sementara itu, lokasi huntap yang dipersiapkan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi berada di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, yang akan menjadi fokus pemulihan jangka menengah pascabencana.
