Pontianak (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Berdasarkan ikhtisar cuaca BMKG, pada pertengahan Januari 2026 beberapa wilayah Kalbar mengalami hari tanpa hujan kategori sangat pendek (1–5 hari), termasuk pada 14–15 Januari dengan suhu udara tertinggi mencapai 32,3 derajat Celsius di Kota Pontianak," kata Kepala DLHK Kalbar Adi Yani di Pontianak, Rabu.
Dia mengatakan BMKG telah memberikan peringatan potensi karhutla pada 19–25 Januari 2026 akibat jeda hujan atau kondisi berawan, meskipun wilayah Kalbar belum memasuki musim kemarau.
Baca juga: BPBD catat sembilan titik api di Bengkayang akibat cuaca panas
Dalam menindaklanjuti peringatan tersebut, UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kubu Raya menurunkan Regu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) sejak 15 Januari 2026.
"Hingga Senin (18/1) kemarin, upaya pemadaman masih berlangsung secara intensif. Kegiatan dilakukan bersama Manggala Agni, Polri, TNI, BPBD, dan relawan, menghadapi tantangan lahan gambut yang sulit dipadamkan dan keterbatasan sumber air," katanya.
Selain Kubu Raya, UPT KPH Mempawah dan Kayong juga meningkatkan patroli, pemantauan lokasi rawan, dan koordinasi dengan aparat serta pemangku kepentingan untuk mencegah meluasnya karhutla.
Adi Yani menegaskan seluruh UPT KPH segera melakukan pemadaman bila ditemukan kebakaran serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota, TNI, Polri, dan pemegang izin usaha hutan maupun perkebunan.
"Pengendalian karhutla membutuhkan kerja sama, respons cepat, dan sinergi semua pihak. Pencegahan dan pemadaman dini adalah kunci agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lingkungan, kesehatan, serta sosial ekonomi masyarakat," kata dia.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan indikasi kebakaran hutan maupun lahan di sekitarnya.
Baca juga: Hadapi iklim tak menentu, Kubu Raya perkuat kesiapsiagaan karhutla
Baca juga: Pontianak mulai siaga karhutla dan rutin lakukan pemantauan di wilayah rawan
