Pontianak (ANTARA) - Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat Sujiwo turun langsung membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit Ngabeh, Jalan Angkasa Pura II, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, di tengah meningkatnya jumlah titik api di wilayah tersebut.
"Kita sedang berjibaku karena Kubu Raya lagi ‘diserang’ kebakaran hutan dan lahan, di mana per hari ini sudah ada 58 titik api. Dan memang langganan, begitu kemarau ya seperti ini," ujar Sujiwo di sela pemadaman tersebut, Jumat.
Selama lebih dari dua jam, Sujiwo bersama tim gabungan berjibaku memadamkan api di lahan gambut menggunakan selang air. Hingga hari ini tercatat sedikitnya 58 titik api tersebar di sejumlah lokasi di Kubu Raya.
Ia menegaskan kehadiran pemerintah di lokasi bencana penting untuk memberi motivasi sekaligus memastikan penanganan berjalan maksimal.
“Kita tidak boleh pasrah diri. Saya sebagai pimpinan daerah harus hadir memberikan semangat kepada para relawan yang tidak mengenal siang dan malam,” tuturnya.
Menurut dia, proses pemadaman telah berlangsung sejak malam hingga dini hari, mengingat karakter lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dijangkau.
Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, hingga pemadam kebakaran swasta. Pembagian sektor dilakukan untuk mempercepat pengendalian api.
“Saya akan bersama teman-teman relawan, TNI, Polri, BPBD, damkar, dan semua pihak. Terima kasih sudah membantu pemadaman ini,” ujarnya.
Sujiwo juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih musim kemarau masih berlangsung dan sumber air terbatas.
“Kami mengimbau masyarakat supaya tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Kalau air terbatas dan akses sulit, pemadaman jauh lebih berat,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan karhutla di Kubu Raya menjadi perhatian serius karena wilayah tersebut memiliki objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Asap kebakaran berpotensi menurunkan jarak pandang dan mengganggu keselamatan penerbangan.
“Kita berupaya supaya jarak pandang tidak turun di bawah 2.000 meter. Kalau terganggu, dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga kesehatan dan pendidikan masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung penanganan, pemerintah daerah memastikan ketersediaan anggaran operasional bagi tim di lapangan.
“Saya jamin anggaran akan kita dukung. Jangan ragu menurunkan pasukan, kita hadapi ini bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika menyatakan pihaknya melakukan penyelidikan awal untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
“Tadi saya sudah perintahkan Kasat Reskrim Polsek Sungai Raya untuk melihat di sekitar lokasi dan melakukan penyelidikan. Jika ditemukan unsur kesengajaan, tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Pemerintah daerah berharap cuaca mendukung proses pemadaman serta mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran agar karhutla tidak meluas.
