Nagan Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, menyatakan saat ini sebanyak 730 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.500-an jiwa korban banjir bandang 26 November 2025 masih mengungsi akibat kehilangan rumah.
“Sebagian besar pengungsi berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dengan jumlah mencapai 674 KK," kata Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya Irfanda Rinaldi kepada ANTARA, Selasa.
Ia mengatakan sebagian besar masyarakat yang mengungsi hingga saat ini juga masih mendapatkan penyaluran bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sehingga kebutuhan pokok masyarakat hingga kini masih terus disalurkan.
Selain itu para pengungsi juga masih bertahan di tenda pengungsian, kata dia, sambil menunggu tuntasnya pembangunan hunian sementara (huntara) yang saat ini masih dikerjakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Irfanda Rinaldi mengatakan pembangunan huntara untuk korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, sebagai upaya untuk menyediakan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.
Adapun lokasi pembangunan huntara di Nagan Raya saat ini berada di Desa/Gampong Blang Meurandeh, Desa Kuta Teungoh, serta Gampong Babah Suak, dan Gampong Blang, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Taya.
Sebelumnya Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan mengatakan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang merupakan salah satu wilayah paling terdampak bencana hidrometeorologi.
Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, serta infrastruktur di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan total, sehingga ribuan warga terpaksa mengungsi.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan huntara mengingat para pengungsi akan segera menghadapi bulan suci Ramadhan pada tahun ini.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran pemerintah pusat, terutama BNPB, dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Nagan Raya.
