Singkawang (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan momentum Ramadhan 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat rasa persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan antarumat beragama.
Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, Muhlis AR, mengatakan, Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga momentum sosial untuk mempererat hubungan antarwarga, terutama di daerah multikultural seperti Singkawang yang dikenal dengan keberagaman etnis dan agama.
“Ramadhan harus menjadi penguat persaudaraan. Kita jaga keamanan, ketenteraman, dan toleransi, apalagi kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek,” ujarnya di Singkawang, Selasa.
Ribuan warga tampak memadati ruas jalan utama kota untuk menyaksikan pawai yang diikuti sekitar 50 kelompok peserta, terdiri atas 11 marching band, 27 kelompok pejalan kaki pembawa obor, serta 12 kendaraan roda empat hias bertema Ramadhan.
Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, Asmadi, menyampaikan harapannya agar Pawai Obor dan Lentera Ramadhan dapat diusulkan sebagai warisan budaya tak benda karena telah menjadi tradisi yang memperkuat nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat.
“Saya juga mengajak masyarakat menjadikan momen menyambut Ramadhan untuk menghilangkan kebencian dan memperkuat persaudaraan,” katanya.
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menegaskan bahwa pawai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol semangat iman, kebersamaan, dan harmoni sosial di tengah keberagaman.
Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati, baik umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa maupun umat Tionghoa yang masih merayakan Imlek, sebagai wujud nyata Singkawang sebagai kota wisata yang kuat karena toleransi.
“Dengan Pawai Obor dan Lentera Ramadhan 1447 H ini menjadi simbol kuat toleransi di Kota Singkawang,” ujarnya.
