Sampit (ANTARA) - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi di luar dugaan saat arus mudik Lebaran tahun 2026.
"Seperti adanya calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket, maka disepakati akan difasilitasi dibantu, sepanjang kapasitas masih mencukupi sesuai ketentuan," kata Manajer Terminal Pelayanan Terminal Pelabuhan Sampit Tri Purbo Waluyojati di Sampit, Sabtu.
Pihaknya juga mengantisipasi hal lain dengan mengunci pagar dermaga untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan atau penumpang gelap masuk.
Seiring meningkatnya pemudik, Pelindo sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, saat ada jadwal keberangkatan kapal, jalan di depan terminal penumpang ditutup sementara demi kelancaran arus penumpang masuk ke pelabuhan hingga kapal berangkat.
Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.
"Fokus kita menjaga aliran penumpang ke kapal agar tidak sampai macet. Kami minta dukungan semua pihak terkait. Kita bersama-sama menyukseskan angkutan Lebaran ini," katanya menegaskan.
Sementara itu Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian mengatakan, sebanyak 12 jadwal keberangkatan kapal atau call disiapkan melayani rute Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya, maupun sebaliknya, guna menjamin kelancaran arus mudik dan balik.
Kementerian Perhubungan tidak ada memberikan penambahan armada lagi, melainkan hanya menambah kapasitas penumpang dengan melewati dispensasi sekitar 60 persen.
Dengan penambahan kapasitas ini diharapkan bisa menjadi solusi terkait kepadatan penumpang pada arus mudik maupun arus balik. Adapun, apabila ada calon penumpang yang tidak kebagian tiket, pihaknya menyarankan agar yang bersangkutan bisa mencari pelabuhan alternatif untuk mudik.
Berdasarkan evaluasi tahun 2025, jumlah penumpang naik mencapai 10.551 orang dan turun 5.285 orang. Pada 2026 ini, angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga 11.606 penumpang naik dan 5.813 penumpang turun, atau naik sekitar 10 persen.
"Kami juga sudah melakukan ramp check atau pemeriksaan armada yang hasilnya dinyatakan laik laut, karena sudah mengikuti tahapan pemeriksaan dari aspek keamanan dan keselamatan oleh KSOP atau unit penyelenggara pelabuhan di manapun berada di wilayah Pelabuhan Negara Republik Indonesia,” demikian Hotman Siagian.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/NorjaniUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026