Pontianak (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kondisi distribusi dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berangsur kondusif seiring penguatan distribusi yang terus dilakukan di lapangan.
"Sejumlah langkah strategis kami tempuh untuk mempercepat penyaluran energi kepada masyarakat. Pertamina mengoperasikan Integrated Terminal Pontianak selama 24 jam penuh, menambah suplai hingga 140 persen dari kondisi normal, serta meningkatkan jumlah armada mobil tangki dan frekuensi pengiriman ke SPBU prioritas," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun di Pontianak, Senin.
Dia mengatakan, distribusi BBM juga diperkuat melalui pengawalan mobil tangki oleh aparat kepolisian guna mempercepat penyaluran dari titik suplai ke SPBU.
Edi Mangun, menegaskan penguatan distribusi dilakukan secara menyeluruh agar ketersediaan energi tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
"Suplai BBM di Kalimantan Barat terus kami tambah dan distribusikan secara maksimal. Dengan berbagai upaya percepatan yang dilakukan, kondisi saat ini mulai berangsur kondusif. Namun apabila dalam waktu singkat kembali habis dan antrean terjadi, hal tersebut menjadi indikasi adanya pola konsumsi yang tidak wajar yang perlu kita tangani bersama," tuturnya.
Di sisi distribusi, Pertamina juga mengaktifkan tambahan nozzle di sejumlah SPBU yang sebelumnya belum beroperasi serta mempercepat aktivasi sistem pembelian berbasis QR Code agar penyaluran lebih tepat sasaran. Evaluasi opsi penyaluran alternatif juga dilakukan dalam kondisi tertentu guna membantu memecah antrean.
Menanggapi informasi adanya SPBU yang sempat tidak beroperasi, Pertamina menegaskan setiap gangguan layanan menjadi perhatian serius dan langsung dievaluasi, termasuk memastikan ketersediaan stok serta kesiapan operasional. Pengawasan turut diperketat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Secara umum, realisasi penyaluran BBM tercatat tinggi dengan kondisi stok yang aman. Kendati demikian, antrean masih terkonsentrasi di sejumlah SPBU akibat dinamika konsumsi yang belum sepenuhnya normal, sehingga pasokan yang telah disalurkan dalam jumlah besar dapat habis dalam waktu relatif singkat.
Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus memperkuat koordinasi, termasuk sosialisasi kepada masyarakat serta penindakan terhadap praktik penimbunan dan spekulan yang berpotensi mengganggu distribusi. Setiap indikasi penyimpangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku agar BBM dapat diakses secara adil.
Memasuki momentum akhir pekan dan libur panjang, Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga agar masyarakat dapat beraktivitas dan beribadah dengan tenang. Penyaluran terus dioptimalkan guna menjaga kelancaran pelayanan di SPBU.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan dinilai dapat memperpanjang antrean dan menghambat distribusi bagi masyarakat lain," katanya.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026