Bone (ANTARA) - Dua orang dinyatakan tewas akibat bencana banjir akibat curah hujan lebat sejak Kamis malam (7/5) pada sejumlah titik di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

"Betul, ada dua orang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing perempuan lanjut usia bernama Naima usai 80 tahun dan seorang anak laki-laki Muhammad Arsyah berusia 5 tahun," kata Kepala Seksi dan Operasi Basarnas Kelas A Makassar Andi Sultan saat dikonfirmasi, Jumat. 

Setelah mendapatkan informasi kejadian bencana banjir pada pukul 05.40 WITA dari masyarakat setempat, tim penyelamat langsung dikerahkan menuju lokasi terdampak.

“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera berangkat menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa titik," tuturnya. 

Dalam operasi SAR tersebut, tim berhasil mengevakuasi sebanyak 67 orang dalam keadaan selamat. Namun dua korban dinyatakan meninggal dunia dampak banjir tersebut.

"Korban atas nama Naima ditemukan meninggal dunia di atas ranjangnya, penyebab kematiannya belum bisa kami pastikan, sementara Acca (Arsyah) tenggelam saat ayah korban sedang melakukan evakuasi mandiri. Sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) namun usaha tersebut tidak berhasil," ujarnya.  

Banjir tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bone sejak Kamis (7/5/2026) malam menyebabkan beberapa kawasan terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 0,5 hingga 2 meter. 

Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan warga terjebak dan membutuhkan evakuasi segera. Adapun wilayah terdampak banjir meliputi Panyula, depan Polres Bone, Kelurahan Masumpu, Yos Sudarso, Lingkungan Lengkongnge, dan Rompe.

Operasi SAR tersebut melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, serta masyarakat setempat. Sedangkan pantauan cuaca di lokasi kejadian kini masih diguyur hujan dengan suhu berkisar 19-30 derajat Celsius.

"Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat," katanya menambahkan.  



Pewarta: M Darwin Fatir
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026