Sekadau (Antara Kalbar) -   Bupati Sekadau Simon Petrus didampingi Wakil Bupati Sekadau Rupinus telah meresmikan  desa baru yang merupakan pemekaran Desa Nanga Biaban, Kecamatan Sekadau Hulu, yaitu Desa Sunsong  pada Selasa (21/5).

Bupati Sekadau Simon Petrus dalam amanatnya menyampaikan rasa bangga atas perjuangan masyarakat yang lama dan gigih untuk mencapai terwujudnya desa baru, karena untuk mewujudkan pemekaran tanpa perjuangan belum tentu berhasil, apalagi saat ini pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk mengkaji ulang pengajuan setiap pemekaran daerah.

"Kita harus bersyukur atas terwujudnya Desa Sunsong yang bisa sampai pada proses pemekaran," kata Bupati.

Namun setelah pemekaran, orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini berharap agar bisa melaksanakan roda pemerintahan dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan semua elemen masyarakat untuk diajak berembug dan memanfaatkan setiap peluang dan potensi yang ada di daerah masing-masing termasuk di sektor pertanian, perikanan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang kosong.

Bupati juga berpesan kepada masyarakat Desa sunsong, dengan telah diresmikannya desa yang baru ini, jangan langsung menuntut kepada penjabat desa yang ditunjuk oleh Bupati untuk berbuat banyak kepada masyarakat.

Pejabat kepala desa baru,  lanjutnya, juga diminta mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang baru (pilkades),  dan hasil dari pilkades itu nanti, maka akan menjadi kepala desa definitif untuk menjalankan roda pemerintahan Desa Sunsong.

“Dengan pemekaran desa mudah-mudahan akan lebih baik lagi dalam upaya pelayanan kepada masyarakat, juga diharapkan desa induk dan desa pemekaran selalu berjalan bersama-sama untuk kemajuan desa,” harap bupati.

Tak lupa Bupati juga meminta kepada masyarakat Desa Sunsong agar menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar, SMP, SMP dan perguruan tinggi.

Bupati  dan  Wakil Bupati Sekadau yang disertai Wakil Ketua PKK Ny. Kristina Rupinus saat akan meresmikan Desa Sunsong harus rela menaiki sepeda motor, karena memang belum ada akses jalan lebar untuk ke desa terpenmcil itu.

Kedatangan pejabat tinggi Pemkab Sekadau itu disambut masyarakat Desa Sonsong dengan gembira, karena keberadaan desa baru sudah puluhan tahun mereka dambakan.

Rasa kegembiraan atas desa baru digelar pesta rakyat  seperti iring – iringan bukong, tarian adat Dayak, pancong bulu muda, minum tuak, nginjak telur dan persembahan tari-tarian dari anak sekolah dasar.

Kerinduan masyarakat Desa Sunsong terhadap pemimpinnya tampak luar biasa. Dengan keramahtamahan masyarakat selama ini, setiap tamu yang datang mulai dari bupati, wakil bupati dan tamu undangan lainnya termasuk camat dan para kepala desa sekecamatan Sekadau Hulu disalami oleh masyarakat mulai dari orang tua, dewasa hingga anak-anak.

Kegembiraan itu juga mereka wujudkan dengan tarian bersama mengelilingi tempat acara. Bupati dan wakil bupati juga ikut bersama dengan masyarakat Desa Sunsong untuk berjoget bersama yang diiringi dengan lagu-lagu daerah Kalimantan Barat.

Camat Sekadau Hulu, Yohanes Bayen, dalam laporannya mengatakan Desa Sunsong terdiri dari 1.117 jiwa, dan terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun Bungkong, Dusun Sonsong dan Dusun Saka Tiga. Dusun Bukong sendiri berbatasan langsung dengan kabupaten Sintang, dan dusun Sunsong berbatasan dengan desa Nanga Biaban (desa induk).

Dikatakan Camat Bayen,  sekarang ini penjabat kepala desa yaitu Antonius Amin yang juga sekretaris desa Nanga Biaban. Dalam laporannya camat meminta Desa Sunsong bersatu padu membangun desanya, memanfaatkan sumber daya alam, serta menjaga selalu persaudaraan, dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

(Humas Pemkab Sekadau)

Pewarta: Hartono

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2013