Jakarta (Antara Kalbar) - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyatakan jumlah doktor di Indonesia kalah jauh dibandingkan negara tetangga di kawasan Asia seperti Malaysia atau Indonesia.
   
"Indonesia sedang mengalami krisis atau kekurangan rasio doktor (jenjang S3) dibandingkan dengan negara tetangga di Asia," kata Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo di Jakarta,Rabu..
    
Ia mencontohkan pada tahun 2014 memberikan beasiswa kepada 3.025 orang. "Ini juga tidak sampai 10 persen dari jumlah pendaftarnya," kata Eko Prasetyo.
    
Menurut data, dari setiap satu juta penduduk di Indonesia hanya terdapat sebanyak 143 doktor. Perbandingan tersebut sangat jauh dengan negara-negara tetangga yang berada di Asia.
    
Dengan Malaysia misalnya, di sana rasionya adalah ada 509 doktor dari setiap satu juta penduduknya. Kemudian, di India, terdapat sebanyak 1.410 doktor dalam setiap satu juta penduduknya.
    
Selanjutnya, bila dibandingkan dengan Jepang, di sana terdapat 6.438 doktor pada rasio satu juta penduduknya.
    
Selain dengan negara Asia, LPDP juga mencatat perbandingan dengan negara Amerika Serikat.
    
Di Amerika mempunyai 9.850 doktor pada setiap satu juta penduduknya. Apabila kondisinya tetap seperti ini, Indonesia hanya mengalami perkembangan doktor setiap tahun hanya 15 persen.
    
Untuk mencapai kenaikan doktor pada angka kelipatan 100.000, akan bisa dicapai pada tahun 2022. Sedangkan penambahan 150.000 doktor dilihat melalui data statistik akan tercapai pada tahun 2026.

Pewarta: Afut Syafril

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015