Kupang (Antara Kalbar) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Program Gizi Anak Sekolah di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu, sebagai upaya meningkatkan asupan gizi siswa untuk tujuan menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemdikbud Wowon Widaryat secara simbolis meresmikan pembukaan Bimbingan Teknis Program Gizi Anak Sekolah 2016 kepada aparatur sipil pemda dan tenaga pengajar di Kupang, NTT, Rabu malam, sebagai kabupaten pertama yang akan menerapkan program tersebut.

Program Gizi Anak Sekolah menekankan pada pentingnya pendidikan gizi dan implementasi pemberian asupan gizi seimbang pada anak didik melalui sarapan sehat.

Dia berharap kandungan gizi anak dapat terpenuhi setidaknya sepertiga dari kebutuhan gizi anak atau 400-500 kilokalori dengan protein 10-16 gram sehari.
    
Wowon menyebut asupan untuk peningkatan gizi bisa memanfaatkan hasil pangan lokal sehingga bisa membangkitkan perekonomian daerah bersangkutan.

"Ini juga harus m¿emperhatikan jenis makanan dengan bahan pangan lokal. Seperti hasil pertanian, peternakan, serta perikanan dari daerah setempat," kata Wowon.

Dengan begitu, lanjut dia, akan ada keuntungan berlipat ganda yang dirasakan dari Program Gizi Anak Sekolah kepada siswa juga masyarakat lokal. 
    
"Keuntungan menggunakan bahan pangan lokal antara lain mudah didapat, masih segar, harga yang murah karena diperoleh langsung dari petani dan bukan impor, memacu produksi pangan setempat, meningkatkan ketahanan pangan lokal, juga menghidupkan perekonomian setempat," jelas dia.

Pendidikan peningkatan gizi anak diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat sekolah melainkan juga harus diterapkan oleh keluarga mulai dari rumah dengan menjaga kebersihan.¿
    
Selain Kupang, kabupaten lain yang akan dilakukan bimbingan teknis dan penerapan langsung program tersebut ialah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu dan di salah satu desa di Tangerang, Banten.

Ke depannya program tersebut diharapkan bisa diterapkan secara nasional oleh seluruh sekolah di Indonesia. 

(A071/S. Muryono)

Pewarta: Aditya Ramadhan

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016