Pontianak  (Antaranews Kalbar) - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Doddy Riyadmadji mengatakan, penyusunan rencana kerja tahun 2019 akan mengangkat isu-isu strategis pembangunan di Kalbar yang perlu diatasi bersama-sama dengan pemda setempat.

"Antara lain, pengembangan wawasan kebangsaan dan budaya daerah, peningkatan dan pemerataan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur wilayah, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta minimalisasi kesenjangan, peningkatan kualitas demokrasi dan pemerintahan daerah, serta degradasi lingkungan dan deforestasi," kata Doddy yang diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Ahi, saat membuka Musrenbang Kabupaten Ketapang tahun 2018, di Ketapang, Selasa.

Selain itu menurutnya, kebijakan pembangunan untuk tahun 2019 memasuki periode transisi yaitu dalam tahapan pemantapan pembangunan berkelanjutan.

Dimana rencana program prioritas dalam rancangan awal RKPD tahun 2019 disesuaikan dengan program pembangunan daerah dalam RPJMD perubahan Provinsi Kalbar tahun 2013-2019.

Dengan demikian, pada tahun 2019 kebijakan pembangunan diarahkan pada pencapaian indikator-indikator kinerja pembangunan yang menyamai target dalam RPJMD perubahan Provinsi Kalbar bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional.

"Tahun 2019 fokus pada pengembangan industri hilir berbasis sumber daya lokal, pemantapan pengembangan SDM berkualitas, pengembangan pusat inovasi, pemantapan sistem konektivitas, peningkatan efisiensi, efektivitas dan responsibilitas pelayanan publik, serta penyiapan landasan pembnagunan berkelanjutan pada periode berikutnya," katanya.

Dia mengatakan, mencermati RPJMD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang telah ditetapkan dalam Perda, terdapat prioritas dan sasaran pembangunan daerah yang akan dicapai dalam tahun 2019 yang sesuai dengan potensi, kondisi, dan permasalahan dimasing-masing daerah.

Hal itu akan ditetapkan dalam RKPD tahun 2019,termasuk Kabupaten Ketapang untuk mensinkronkan dengan RKPD Provinsi Kalbar tahun 2019, dengan memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah 2019 dengan tema Pemerataan Pembangunan Untuk Petumbuhan Berkualitas serta rancangan prioritas Nasional.

Dijelaskannya, rancangan prioritas Nasional itu terdiri atas, pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, peningkatan nilai tambah ekonomi pertanian, industri.

"Selain itu, ada juga jasa produktif, dan pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air, serta stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu," katanya.

Selain itu Gubernur juga menyampaikan, bahwa dalam rangka percepatan implementasi agenda kebijakan pembangunan dan mengawal transisi kepemimpinan pemerintahan di Provinsi Kalbar, Pejabat Gubernur Kalimantan Barat telah mengeluarkan program Tri Sukses, yang meliputi, Sukses Pilkada, dimana pada tahun 2018 ini akan diselenggarakan Pilkada serentak di wilayah Kalbar yakni Pilkada Gubernur dan Pilkada Kabupaten/Kota.

Kemudian Sukses penyelenggaraan pemerintahan yakni dengan melanjutkan momentum ketercapaian kinerja pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018 Cornelis dan Christiandy Sanjaya dan mengimplementasikan program-program daerah yang sesuai dengan prioritas daerah.

"Serta Sukses Pertumbuhan Ekonomi yakni terus menjaga dan meningkatkan ketercapaian pertumbuhan ekonomi di Kalbar sekitar 5,20 - 5,70 persen. Dan Gubernur berharap agar Pemrintah Kabupaten Ketapang dan seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan sinergi dan koordinasi dalam ketercapaian program Tri Sukses dimaksud," katanya.

 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018