Sintang (Antaranews Kalbar) - Sekitar 50 an sampan bidar membelah derasnya arus Sungai Kapuas dalam lomba Sampan Bidar, Sabtu di Kabupaten Sintang.
    Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, lomba Sampan Bidar merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan setiap peringatan hari jadi Kota Sintang.
    "Saya selalu menghadiri dan membuka kegiatan Lomba Sampan bidar ini. Dua tahun lalu Kabupaten Melawi berhasil menjadi juara, dan pada Tahun 2017 Kabupaten Sekadau juga menjadi juara. Sedangkan Kabupaten Sintang sebagai tuan rumah belum berhasil menjadi juara, namun pada tahun 2018 bertekad  bisa menjadi juara," katanya.
Baca juga: Sintang Kontes Bujang Dara Kapuas Raya

    Menurut Jarot Winarno, lomba Sampan Bidar ini sebagai wujud melestarikan dan menjaga tradisi peradapan masyarakat di Sungai Kapuas. "Sehingga lomba sampan ini sangat penting penting. Hadiahnnya sudah dipersipakan termasuk Tropi bergilir dan Piala Juara tetap serta uang tunai sebagai wujud pembinaan. Selain itu, sebagai hadiah yaitu, sembako beras," kata dia.
    Jarot  winarno menjelaskan, kegiatan Lomba Sampan Bidar yang dilaksanakan ini untuk peringatan hari Jadi Kota Sintang ke-656 dengan Tema Sintang Untuk Semua. 
    "Jadi Sintang ini rumah besar bagi seluruh elemen bangsa yang ada di Sintang, untuk bisa hidup rukun dan damai, saling hormat, saling menjaga agar Sintang ke depan semakin maju, mendukung terbentuknya Propinsi Kapuas Raya," ujarnya.
    Sementara Panitia Penyelenggara Lomba Sampan Bidar, Erwin Simanjuntak mengatakan, selain untuk memeriahkan peringatan hari Jadi Kota Sintang, kegiatan ini untuk memasyarakatkan olahraga sampan bidar serta menjaring bibit atlet berbakat.
    Erwin menjelaskan, jumlah peserta lomba sampan Bidar ini sebanyak 58 peserta, yang terdiri dari 21 peserta berasal dari Kabupaten Sintang, serta sebanyak 37 peserta dari Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau.
    "Dalam satu regu sampan berjumlah 10 orang, yang terdiri dari 8 orang sebagai peserta dan 2 orang cadangan. Para peserta lomba melintasi sepanjang 800 meter dengan start dimulai dari lintasan penyeberangan listrik di jalan Pangeran Kuning, sampai finish Siring sungai depan Pendopo Bupati Sintang," katanya.
    Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Anton menyatakan dukungannya terhadap kegiatan lomba sampan bidar ini.
    Menurut dia, lomba sampan bidar bisa menjadi ciri khas Kota Sintang sebagai kota yang menjadi pertemuan dua sungai terpanjang di Indonesia.
    "Lomba sampan bidar bisa menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Sintang yang tidak terlepas dari sungai," katanya.
    Dia berharap, pemerintah terus memberikan pembinaan terhadap para atlet sampan bidar. Agar kegiatan menyampan dapat terus digemari oleh pemuda Sintang.

 

Pewarta: Tantra Nur Andi

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018