Pontianak  (Antaranews Kalbar) - Kapolda Kalimantan Barat, Irjen (Pol) Didi Haryono mengatakan, kesadaran masyarakat Kalbar dalam tertib berlalu lintas pada umumnya masih kurang.

"Masih kurangnya tingkat kesadaran untuk tertib berlalu lintas, maka masih perlu ditingkatkan lagi sosialisasi dari instansi terkait, tentang pentingnya berdisiplin berlalu lintas," kata Didi Haryono seusai memimpin Gelar Pasukan Operasi Zebra Kapuas 2018, di Pontianak, Selasa.

 Ia menjelaskan, Operasi Zebra Kapuas 2018 digelar mulai 30 Oktober hingga 12 November 2018, dengan melibatkan sekitar 323 personel polisi.

 "Tujuan digelarnya Operasi Zebra Kapuas 2018, adalah untuk meminimalisir pelanggaran lalu lintas yang berakibat pada kecelakaan lalu lintas. Data Ditlantas Polda Kalbar mencatat untuk angka kecelakaan cenderung turun, tetapi angka tilangnya meningkat," ungkapnya.

Sepanjang digelarnya Operasi Zebra Kapuas tahun 2015, tercatat korban meninggal dunia sebanyak lima orang dengan sebanyak 11.064, sementara tahun 2017 dalam operasi yang sama, yakni kecelakaan dengan korban meninggal dunia tiga orang, penindakan pelanggaran atau tilang sebanyak 13.798 atau meningkat 24 persen.

 "Apalagi umumnya jalan-jalan sudah bagus, sehingga banyak pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua dan empat yang lalai, salah satunya membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga menjadi korban Lakalantas," ujarnya.

Terutama bagi pengendara kendaraan roda dua, yang sangat rawan menjadi korban Lakalantas karena membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan tidak menggunakan helm yang standar, kata Didi.

"Kemudian bagi pengemudi yang belum cukup umur juga sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain, hal itulah yang akan ditertibkan dalam melakukan Operasi Zebra Kapuas 2018," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar menambahkan, sasaran dari Operasi Zebra Kapuas 2018, yakni menertibkan para pengemudi kendaraan bermotor sambil menggunakan handphone, kemudian terhadap pengemudi yang melawan arus, berboncengan lebih dari satu, pengemudi kendaraan di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi mabuk atau menggunakan narkoba, dan pengemudi yang membawa melebihi batas kecepatan.

"Kami berharap dengan digelarnya Operasi Zebra Kapuas 2018, maka bisa mendorong masyarakat untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas, meminimalisir Lakalantas, menurunnya korban lakalantas, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada polisi," kata Didi.

 

Pewarta: Andilala

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018