Polres Singkawang menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Rudianto alias Achung terhadap korbannya yang tak lain adalah pacarnya sendiri bernama Liu Li Tan (27) di lokasi pembunuhan tepatnya di sebuah kamar kos yang beralamat di Jalan Tani, Gang Cisadane, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu.

Rekonstruksi yang digelar pun cukup mengundang perhatian masyarakat yang tinggal di sekitar rumah kos untuk menyaksikan secara langsung bagaimana cara Rudianto alias Achung menghabisi pacarnya di dalam kamar kos tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Reskrim Polres Singkawang, IPTU Supriatin mengatakan, digelarnya rekonstruksi ini bertujuan untuk melengkapi berkas perkara.

"Dalam rekonstruksi yang digelar, sedikitnya ada sembilan adegan yang diperagakan tersangka saat menghabisi nyawa korbannya," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 Jungto 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Pada kesempatan yang sama, Kuasa Hukum tersangka, Jamaan Elvis Eluis mengatakan, rekonstruksi yang digelar untuk menggambarkan bagaimana tindakan tersangka pada saat kejadian.

Baca juga: Ini motif sang pacar habisi Liu Li Tan

"Sehingga memberikan titik terang terhadap kepolisian yang sedang melakukan penanganan terhadap kasus pembunuhan ini," katanya.

Dirinya, selaku kuasa hukum menyatakan siap memberikan pembelaan kepada tersangka dalam proses persidangan.

"Dan mewakili keluarga besar Achung, kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas kejadian yang menimpa pacarnya sendiri," ujarnya.

Kepada pihak keluarga korban, katanya, semoga diberi ketabahan dalam menghadapi kejadian ini.

Sementara salah satu penghuni kos sekaligus tetangga korban, Dwi Zupriansyah mengatakan, usai kejadian dirinya sering mendengar suara tangisan dan minta tolong dari seorang wanita dari dalam kamar korban, namun tidak ada wujudnya.

"Kejadian ini berlangsung selama dua minggu lebih usai kejadian pembunuhan," katanya.

Atas kejadian itu pula, dua penghuni kos lainnya sudah pindah ke tempat lain. "Kecuali saya yang masih bertahan," ujarnya.

Bahkan Senin kemarin, ada suara bisikan yang memanggil nama dirinya. "Perasaan saya langsung gak enak, saya langsung zikir dan terdengar jelas di telinga saya ada suara yang memanggil nama saya sebanyak dua kali," ungkapnya.

Baca juga: Pembunuh Liu Li Tan ditangkap di Jakarta
Baca juga: Polisi temukan kejanggalan pada jenazah Liu Li Tan

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019