Bupati Sanggau Paolus Hadi didampingi Ny Arita Apolina Hadi menyambut kedatangan sebanyak 108 jamaah haji asal Kabupaten Sanggau, Selasa  (27/8/2019) malam.

Jamaah haji Kabupaten Sanggau ini tergabung dalam kloter 11 dan tiba di tanah air
di Asrama Haji, Batam.

Hadir mendampingi Bupati Sanggau ini, para pejabat Pemkab Sanggau diantaranya Asisten II Setda Sanggau H Roni Fauzan, Kepala Inspektorat, H Edy Sumantri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan, H John Hendri, Kepala BKPSDM Herkulanus HP, Kabag Administrasi dan Keuangan Setda Martinus Nomensen, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra)  Yulius Donatus Djaman, Ketua KONI Kabupaten Sanggau Ibrahim dan sejumlah tokoh masyarakat Sanggau. Dan tampak hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau H M Taufik. 

Disamping jamaah haji asal Sanggau, jamaah haji asal tiga kabupaten lain di Kalbar juga tiba di tanah air pada hari yang sama atau tergabung dalam kloter 11, seperti jamaah haji asal Kabupaten Landak yang berjumlah 57 orang, jamaah haji asal Kabupaten Melawi berjumlah 100 orang dan jamaah haji asal Kabupaten Mempawah yang berjumlah 178 orang.

Saat penjemputan itu, tampak hadir pula Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Bupati Mempawah Hj Herlina Ria Norsan. 

Bupati Sanggau Paolus Hadi mengungkapkan secara umum jamaah haji asal Kabupaten Sanggau dalam keadaan sehat.

" Para jamaah haji dalam keadaan sehat. Moga sampai ke Sanggau juga sehat," ujarnya.

Pria yang akrab disapa PH ini berharap, ketika sampai di Sanggau nantinya para jemaah haji, menjadi haji yang mabrur, menjadi contoh dan pemberi semangat untuk Sanggau yang lebih baik kedepan.

"Khususnya berkaitan dengan penguatan keimanan. Sebab naik haji inikan menjalankan rukun islam kelima, tentu saya juga berdoa di tahun-tahun yang akan datang juga semakin bertambah ni (kuota) jemaah haji kita,' ungkapnya.

PH juga berpesan kepada jemaah haji agar membagi atau menceritakan terkait apa yang dialami selama berada di sana kepada umat Islam lainnya di Sanggau.

"Saya juga berharap jemaah haji kita menjadi yang pertama untuk mengaungkan kebersamaan di daerah kita,"ujarnya. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau H M Taufik menyebut, jemaah haji asal Sanggau yang tiba di Tanah Air berjumlah 108 orang. Tergabung dalam kloter 11 bersama meliputi Kabupaten Mempawah, Melawi dan Landak. 

"Alhamdulillah mereka sehat-sehat semua, artinya tak yang sampai sakit berat. Paling ada kasus misalnya yang sakit bisul, tapi karena diabetnya tinggi jadi bisulnya jadi infeksi. Dan sudah dapat ditangganilah oleh tim kesehatan yang ada di kloter," ungkapnya.

Jemaah haji asal Sanggau kloter 11 akan diberangkatkan ke Pontianak pada Rabu, 28 Agustus 2018, pada penerbangan ketiga, sekitar pukul 13.00 Wib. Setelah itu bermalam di Asrama Haji Pontianak satu malam.

"Jadi baru setelah itu langsung ke Sanggau," timpalnya. 

Ditambahkan, total jemaah haji Sanggau sebanyak 116 orang dan terbagi menjadi dua. Yang tiba di Batam pada 27 Agustus malam termasuk dalam gelombang pertama. Dan sebanyaj 8 orang, nanti tanggal 30 baru tiba lagi di Batam, tergabung dalam kloter 16. Yang 8 orang itu termasuk dalam kuota yang tambahan 10 ribu.

Selama di Tanah Suci, para jemaah haji dibantu Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Baik dari tim kesehatan mauoun tim ibadah haji.

"Kami berusaha seoptimal mungkin untuk membantu para jemaah. Bahkan kami selalu mengisi tausiyah-tausiyah di hotel hampir setiap hari. Saya dipercayakan jadi imam di sana, kepercayaan itu sangat luar biasa oleh kawan-kawan kita dari Sanggau, Melawai, Mempawah dan Landak," kata TPHD Kabupaten Sanggau H Ade Djuandi S Pdi.

Menurut Ade, ada seorang yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan yakni Abdul Syukur (84) dari Kabupaten Landak, dibantu di sana, mulai dari tawaf sampai tahap akhir.

"Kita bantu beliau, walaupun bukan orang Sanggau tapi tetap kita bantu. Itulah kita saling membantu, melayani, mengayomi semua jamaah haji yang ada dikloter 11 itu," ujarnya.

Dipaparkan, selama menjalankan ibadah haji, ada beberapa yang mengalami sakit karena perubahan cuaca yang panas mencapai 48 derajat celcius. Bahkan biasanya nembus angka 50 derajat celcius.

"Jadi wajarlah yang berusia 60 sampai 70 bahkan 80 tahun ke atas, yang pertama itu batuk dan flu tetap mereka rasakan. Tapi, apapun ibadah wajib maupun ibadah rukunnya, dapat kami lakukan dengan sebaik-baiknya atas kerja sama semua kloter dan jemaah yang ada di kloter 11, semua bisa teratasi dan kembali pulang ke tanah air khususnya Kabupaten Sanggau," paparnya.

Pewarta: Muhammad Khusyairi/Humas Pemkab Sanggau

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019