Komunitas peduli lingkungan Pontianak menggelar kegiatan membersihkan sampah di kawasan Sungai Kapuas Pontiabak dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak, Erlando Koranda sambut baik HPSN 2020 yang digekar di Waterfront Barito yang mengusung Tema Lingkungan Bersih Cerminan Wisata Kota. 

"Waterfront di Kota Pontianak ini satu di antara yang terbaik di Indonesia. Ke depannya, wilayah waterfront akan diperluas hingga ke Gang Kuantan di Jalan Imam Bonjol. Tentu saja kebersihan sungai menjadi salah satu aspek penting dalam wisata kota ini. Kami akan bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mewujudkan daerah wisata yang nyaman dan bersih sehingga menjadi lebih rapi lagi," ujar Erlando di pontianak, Minggu. 

Di tahun 2020 ini, beberapa komunitas 
lingkungan yaitu Earth Hour Pontianak, Gerakan Senyum Kapuas, OI Pontianak, Dowale Society, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura (HMTL Untan), Bank Sampah Rosella, dan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) menginisiasi kegiatan gotong-royong dan pameran produk ecobrick serta hasil daur ulang lainnya bersama Kelurahan Benua Melayu Laut di sekitar Waterfront Barito.

150 partisipan dari 16 komunitas dan himpunan mahasiswa lainnya juga turut berpartisipasi dalam aksi ini, di antaranya adalah Aksi Sedekah Pendidikan Pontianak, Himpunan Mahasiswa Keperawatan Untan, Mapala Teknik Untan, 1000 Guru Kalbar, Young Eco Team, Trashbag Community, Relawan Nusantara, Rumah Zakat Pontianak, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNU Kalbar, Ahsan Shoes Care, Trash Hero Pontianak, Himpunan Mahasiswa  Geofisika FMIPA Untan, Senyum Desa, Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA Untan, Apotek Amanah dan Mapala Untan.

"150 partisipan ini terbagi menjadi 7 kelompok untuk membersihkan 7 gang di sekitar waterfront, termasuk sampah-sampah yang ada di tepian sungai," ujar M. Regi Sofyan, Ketua Panitia HPSN 2020 di Waterfront Barito, yang juga merupakan Koordinator Kota Earth Hour Pontianak.

Adapun sampah yang diangkut dibagi menjadi tiga sesuai dengan kelompoknya, yaitu sampah organik, sampah plastik tidak layak jual, dan sampah plastik layak jual. Total sampah yang terkumpul sebanyak 350 kg, dimana plastik layak jual disalurkan ke Bank Sampah Rosella untuk didaur ulang. 

Selain komunitas, himpunan mahasiswa, Kelurahan Benua Melayu Laut dan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak Erlando Koranda. Camat Pontianak Selatan, Pursani pun turut berpartisipasi dalam kegiatan HPSN ini.

"Terima kasih kami ucapkan kepada 
adik-adik semua yang telah hadir di sini, semoga HPSN tidak menjadi agenda terakhir kita bersama dalam upaya mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah ke sungai," ucap Ibu Pursani saat memberi sambutan dalam pembukaan kegiatan itu. 

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow seputar dampak sampah terhadap lingkungan sekitar dan pameran hasil daur ulang. Tujuan dari kedua acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan dampak sampah plastik bagi kehidupan dan sampah juga dapat bermanfaat bila dikelola dengan baik.

Pewarta: Tim magang/Dedi

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020