Bupati Muda Mahendrawan meminta para pelajar dan Aparatur Sipil Negara untuk mematuhi edaran yang dikeluarkan pihaknya terkait pengalihan kegiatan belajar dan bekerja dari rumah. 

Ia menerangkan, libur sekolah dan kantor selama dua pekan pada hakikatnya adalah pengalihan kegiatan belajar dan bekerja ke rumah. Alih-alih liburan panjang. Di mana para siswa tetap belajar di rumah bersama orang tua. Kemudian membuat catatan aktivitas belajar selama di rumah. Begitu juga ASN, bekerja dari rumah dan melaporkan hasil pekerjaannya kepada atasan masing-masing. 

Baca juga: Sekolah di Kapuas Hulu diliburkan terkait virus Corona

"Tentu libur ini bukan liburan. Jadi para siswa dan ASN harus patuh dan taat bahwa ini sama sekali bukan liburan. Pengalihan belajar dan bekerja di rumah ini adalah upaya menjaga kondisi daya tahan tubuh dan sekaligus menghindari adanya kerumunan," katanya di Pontianak.

Muda menerangkan, upaya isolasi mandiri selama 14 hari mampu memutus rantai penyebaran Covid-19 atau virus corona. Syaratnya, semua pihak harus kompak dan disiplin menjalani masa 14 hari tersebut. Ia menyebut Covid-19 adalah masalah serius. Mengingat virus ini punya daya tular yang cepat. 

"Termasuk para orangtua, mohon ini menjadi kesempatan untuk bisa memberikan perlindungan kepada keluarga dan masyarakat. Dengan menjauhi kerumunan, berarti kita sama dengan menyelamatkan orang banyak," tuturnya. 

Baca juga: Libur Covid-19, ratusan mahasiswa Kayong Utara pilih mudik

Begitupun ASN, Muda menyebut libur kantor bukan berarti libur kerja. ASN hanya dialihkan lokasi kerjanya ke rumah dengan kewajiban melaporkan hasil pekerjaan kepada atasan masing-masing. Tujuannya sama, yakni menghindari adanya kerumunan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh. Sehingga lebih imun terhadap paparan virus. 

"Kalau agenda-agenda yang tidak bisa dihindari, tentu kita memaklumi. Namun saya minta terutama kepada yang kurang sehat, tolong hindari keramaian karena akan rentan. Nah, di sinilah sekali lagi kita harapkan kekompakan dan kebersamaan semua pihak untuk mulai melindungi dari keluarga dan masyarakat kita," kata Muda.

Muda juga mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut proaktif mencegah penyebaran Covid-19. Mengingat Kubu Raya adalah hinterland atau daerah penyangga ibu kota provinsi dengan mobilitas orang dan barang yang tinggi. Fokus pertama adalah mengurangi kerumunan. Termasuk menunda agenda-agenda yang masih dapat ditunda. 

Baca juga: Pemprov Kalbar liburkan semua sekolah cegah Covid-19

"Kepada masyarakat saya minta bisa bergerak membersihkan dengan desinfektan semua rumah ibadah, kantor desa, dan ruang fasilitas publik lainnya. Semua bergerak dengan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan," katanya.

Lebih jauh Muda mengajak masyarakat untuk bersabar menyikapi mewabahnya Covid-19. Ia mengakui musibah wabah Covid-19 turut mempengaruhi perekonomian masyarakat. Namun begitu ia meminta warga untuk tetap fokus dengan aktivitas masing-masing. Termasuk dalam upaya memperkuat sumber-sumber pangan lokal yang ada. Baik pertanian, perkebunan, usaha mikro kecil menengah, dan sebagainya. 

"Mudah-mudahan hal-hal ini tetap menjadi arah prioritas kita yang mana ini juga menjadi kekuatan pangan lokal," kata Muda.

Baca juga: Untan liburkan perkuliahan mahasiswa dua pekan cegah COVID-19
Baca juga: PGRI minta seluruh sekolah libur
Baca juga: Wali Kota Jaksel benarkan sekolah liburkan siswa terkait virus corona

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020