Perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching menyatakan bahwa hingga saat ini tiga WNI yang positif COVID-19 masih di rawat rumah sakit di Sarawak, Malaysia.

"Hingga saat ini jumlah WNI yang positif COVID-19 di Sarawak ada empat orang, yaitu dua orang di Kuching, dan dua orang lagi di Miri. Dari empat orang itu satu meninggal (dosen) tanggal 31 Maret 2020 di Kuching," kata Kepala Perwakilan KJRI Kuching, Yonni Tri Prayitno di Kuching, Malaysia, Kamis.

Dikatakan Yonni, tiga WNI postif COVID-19 itu saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Miri dan RSU Kuching.

"Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dimana ketiganya di rawat di Sarawak, dan saat kondisi mereka ini dinyatakan baik-baik. Dari informasi yang kami dapatkan salah satu dari tiga pasien seorang wanita yang dirawat di RSU Kuching kondisinya sudah sembuh dan sedang menjalani karantina di rumah," ujarnya.

Untuk mencegah penularan virus corona lebih banyak lagi, kata Kaper KJRI Kuching pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada WNI khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di seluruh wilayah Sarawak, Malaysia.

"Kami telah mengeluarkan imbauan yang pertama patuhi ketentuan Movement Guard Command (MCO) atau Perintah Kawal Pergerakan dari Pemerintah Malaysia untuk tetap di rumah selama masa yang telah di tetapkan," kata Yonni.

Ia menambahkan, bila para WNI kekurangan pangan segera kontak KJRI Kuching untuk dibantu sembako, untuk bantuan sembako silahkan datang langsung ke KJRI Kuching di No. 21, Lot 16557, Block 11, Jalan Stutong, MTLD, 93350 Kuching, Sarawak, Malaysia atau hubungi tlp/wa di +60 14 3933 199 atau +60 115113 7749.

Kemudian lanjutnya, bila para WNI merasa kondisi tubuh tidak sehat dan ada salah satu gejala COVID-19 agar segera ke RSU Sarawak untuk mendapatkan pemeriksaan secepatnya.

"Kami juga mengimbau bila ada WNI yang ingin kembali ke Indonesia harus dalam kondisi sehat, KJRI akan membantu buatkan surat jalan sampai ke perbatasan sepanjang ketentuan permit dan visa dipatuhi," ujarnya.

Baca juga: KJRI Kuching bagikan sembako pada pekerja migran Indonesia
Baca juga: KJRI Kuching bantah ancaman tembak WNI oleh Sarawak
Baca juga: Dosen Unimas Sarawak asal Indonesia positif COVID-19 meninggal dunia

Pewarta: Andilala dan Slamet Ardiansyah

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020