Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meninjau lokasi rencana pembangunan turap dan Promenade Sungai Kuala sepanjang 250 meter di Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat.

"Lokasi yang terdampak dari pembangunan ini berada di wilayah RT 10 Kelurahan Kuala berjumlah 30 rumah, untuk 17 rumah dilakukan pemotongan bangunan dan 13 rumah warga lainnya akan direlokasi," kata Tjhai Chui Mie di Sigkawang, Rabu.

Dalam kesempatan itu, dia juga meninjau lokasi relokasi 13 rumah warga yang terdampak pembangunan turap dan promenade Sungai Kuala di RT 11 Kelurahan Kuala. 

"Lahan tempat relokasi 13 rumah warga ini adalah merupakan tanah milik Pemerintah Kota Singkawang," ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya pembangunan di lokasi ini nantinya akan menjadi tempat yang indah dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Singkawang, khususnya warga Kelurahan Kuala. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkimta Singkawang, Agus Priyatno mengatakan, berdasarkan SK Wali Kota Singkawang ada seluas 43 hektare yang ditetapkan sebagai kawasan kumuh di Singkawang. "Dan itu sudah ditandatangani sejak tahun 2017 lalu," tuturnya.

Namun, dengan segala upaya yang dilakukan Pemkot Singkawang, maka kawasan kumuh dapat diperkecil menjadi 5,41 hektare. "Upaya-upaya yang dilakukan di antaranya membangun drainase, jalan, dan sanitasi air bersih," katanya.

Untuk di Kelurahan Kuala, Pemkot Singkawang akan menata kawasan tersebut menjadi objek wisata Waterfront.

"Dengan sudah di bangunnya Water Fornt itu nanti, diharapkan daerah tersebut menjadi objek daya tarik wisata (ODTW) baru di Kota Singkawang, dan dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat, tinggal bagaimana masyarakat setempat mengemasnya nanti," katanya.
 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020