Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Kalimantan Barat, Lajito mengatakan dari 13 Perusahaan air minum daerah (PDAM) hanya delapan PDAM kategori sehat, sedangkan dua PDAM kategori sakit, sementara tiga PDAM di Kalbar kategori kurang sehat salah satunya yaitu PDAM Kapuas Hulu.

" Jadi tiga PDAM di Kalbar itu masih kurang sehat, salah satunya PDAM Kapuas Hulu," kata Lajito, ketika Rapat kerja daerah Perpamsi Kalbar, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat.

Disampaikan Lajito, semakin tahun kinerja PDAM di Kalimantan Barat mengalami peningkatan ke arah yang lebih baik, hal tersebut perlu dukungan maksimal dari pemerintah daerah.

Menurut dia, kategori kurang sehat itu berdasarkan penilai dari pengawasan salah satunya dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca juga: Dua PDAM di Kalbar kategori sakit

" Banyak faktor dari penilaian itu diantaranya, keuangan, operasi, pelayanan dan sumber daya manusia," jelas Lajito.

Sementara itu, Direktur PDAM Kapuas Hulu, Saini Hadi mengakui bahwa untuk saat ini PDAM Kapuas Hulu memang mendapat penilaian dengan kategori kurang sehat.

Dijelaskan dia, dari empat faktor penilaian itu, PDAM Kapuas Hulu mendapatkan nilai terendah di aspek operasi, karena itu cukup berat terutama yang berkaitan jumlah pelanggan dan tingkat kehilangan air.

" Tingkat kehilangan air itu juga banyak penyebabnya, bisa karena kebocoran pipa, akurasi pencatatan meteran hingga adanya pencurian air," kata Saini.

Ia mengatakan dari aspek keuangan PDAM Kapuas Hulu, justru relatif baik, hanya saja aspek operasi dan kehilangan air serta sumber daya manusia yang membuat PDAM Kapuas Hulu mendapatkan nilai 2,75 sehingga kategori kurang sehat, sedangkan batas minimal penilaian 2,8 untuk menjadi kategori sehat.

" Kita bicara apa adanya saja, sesuai kondisi yang ada dan saya tidak ingin menyampaikan data yang tidak benar, karena sama saja membohongi diri kita sendiri apabila kita tampilkan data tidam benar hanya untuk masuk menjadi kategori sehat," ucap Saini.

Untuk di ketahui kata Saini, PDAM Kapuas Hulu sudah memiliki watter meter digital dengan pencatatan sistem digital, dimana di Kalbar hanya Kapuas Hulu dan Kota Pontianak sudah memiliki watter meter digital tersebut.

" Jadi dua faktor yang membuat PDAM Kapuas Hulu masuk kategori kurang sehat, sehingga kedepan kami lebih fokus terhadap penurunan tingkat kehilangan air," kata Saini.

Baca juga: Pelanggan PDAM Melawi bisa nikmati pembayaran melalui Kantor Pos
Baca juga: PDAM Pontianak perbaiki pipa pecah di Jalan Gajah Mada
Baca juga: Pelanggan PDAM Kota Singkawang baru mencapai angka 22.000

Pewarta: Teofilusianto Timotiusius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020