Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak semua kalangan masyarakat bersama-sama mewujudkan Rumah Quran di seluruh wilayah itu untuk membentuk generasi qurani.

"Saya harapkan di setiap titik penjuru Kubu Raya semakin banyak terbentuk Rumah Quran, agar kita bisa bersama-sama menyelamatkan generasi dan Indonesia sehingga akan membahagiakan masyarakat, dengan generasi qurani," katanya di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Senin.

Ia menilai kehadiran Rumah Quran ‘Aisyah di Desa Teluk Kapuas memberikan kebaikan bagi generasi muda.

"Dengan spirit 'Selamatkan Indonesia dengan Al Quran' itu akan menancapkan keyakinan dan 'mind progamming'-nya akan memberikan dampak supaya pikiran bawah sadarnya itu sudah sangat kokoh," tuturnya.

Menurut dia, narasi itu penting untuk memberikan keyakinan, seperti pada zaman Rasulullah yang mana Madinah sebelumnya tidak ketahui masa depannya. Tentunya dengan visi dan "mind programming" yang ada di Madinah Al Munawarrah itu, mampu mengubah situasi dari gelap gulita menjadi terang menderang seperti sekarang ini.

Pemerintah Kubu Raya akan terus berupaya perkuat gerakan perempuan, karena hal itu akan memberikan keyakinan dan mampu memengaruhi kebahagiaan setiap rumah tangga.

Ia mengatakan perempuan lebih tahu kondisi pada anak-anaknya dan perempuan juga rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

"Untuk menghindari kerentanan itu, perempuannya harus berdaya, cerdas, progresif, dan jangan hanya menjalankan tugas yang rutinitas saja, melainkan harus memiliki inisiatif-inisiatif yang baik agar bisa mengamankan dari segala kerentanan. Karena kita belajar dari empiris dan kerentanan itu terjadi ketika ada hal-hal yang tidak diharapkan sehingga akan berdampak pada generasinya," katanya.

Ketua Yayasan Pondok Qur’an ‘Aisyah Hermawan mengatakan Rumah Quran ’Aisyah ini sudah hampir berjalan tujuh bulan. Kegiatan di tempat itu, dimulai sejak Ramadhan 1441 di surau. Selanjutnya, pihaknya mendapatkan tanah wakaf beserta bangunan sehingga kegiatan Rumah Quran dialihfungsikan di tempat itu.

"Yang mana awal kegiatan di pagi harinya hanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan alhmadulillah saat ini kita lebih fokuskan dengan pendidikan Al Quran. Insyaallah untuk hari Senin sampai Kamis bakda zuhur kami berikan pendidikan Al Quran untuk anak-anak Sekolah Dasar, paginya untuk ibu-ibu, dan dari jam 08.00 WIB untuk anak-anak PAUD," katanya.

Dia menuturkan banyak kegiatan di Rumah Quran, sedangkan terkait dengan kegiatan amal sosial, pihaknya memiliki binaan 20 anak yatim piatu dan kaum duafa.

Dia juga bersyukur karena hampir setiap bulan para donatur menyalurkan bantuan berkisar Rp4 juta-Rp7 juta.

"Alhamdulillah, Rumah Quran ‘Aisyah ini kita baru mulai merintis dengan melakukan berbagai gerakan, untuk itu kami mohon dukungan dan partisipasi semua pihak untuk keberlangsungan pendidikan di Rumah Quran ini, karena Rumah Quran ini tidak hanya diperuntukkan untuk di wilayah di sekitar kompleks ini saja, namun kami juga mengundang Taman Pendidikan Al Quran (TPA) terdekat dan mengajak berkolaborasi," kata Hermawan.
 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2021