Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat komitmen dalam menjaga ketersediaan stok pangan dan bahan pokok di pasar tradisional.
"Tidak hanya pasar tradisional, juga pasar modern dari tingkat kabupaten hingga kecamatan," kata Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bengkayang Tahun 2024 menghadapi Natal dan Tahun Baru 2025 di Bengkayang, Kamis.
Selain itu, kata dia, dalam memastikan stok dan bahan pokok tetap aman, pemerintah juga akan memantau langsung ke agen, distributor hingga produsen seperti komoditas beras, bawang, telur, daging ayam, aneka cabai, dan LPG bersubsidi.
"Pemda juga akan melakukan operasi pasar dan gerakan pangan murah. Ini adalah cara-cara kita menjaga inflasi di daerah kita," ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, pemerintah juga memastikan kelancaran pendistribusian barang, termasuk ketersediaan armada angkutan barang serta jalan yang dilewati juga aman dan tidak tersendat.
Dia juga meminta, jika masyarakat menemukan terjadinya kelangkaan barang atau kenaikan harga pasar yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah atau tidak wajar untuk segera dilaporkan ke pihak terkait.
Dalam hal ini, kata dia, harus saling bersinergi bertukar informasi dan bekerja sama dalam tim, menyampaikan laporan jika terjadi kelangkaan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar kepada pihak terkait.
"Segera laporkan sehingga kendala dan permasalahan di lapangan dapat di atasi guna mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkayang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkayang, Yan menuturkan, dalam mengendalikan inflasi di daerah pihaknya juga bekerja sama dengan Bulog Singkawang.
"Seperti dalam operasi pasar dan ketersediaan sembako murah untuk warga," katanya.
Kemudian, dia juga menuturkan, untuk harga pasar hingga saat ini masih terpantau stabil, hanya saja untuk telur ayam broiler yang naik 3 persen atau dari harga Rp31 ribu menjadi Rp32 Ribu.