Registrasi mobil baru di Eropa turun 1,5 persen pada 2021, bahkan lebih jauh di bawah rekor terendah penjualan 2020 sebelumnya, menurut data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) yang dikutip dari Reuters, Rabu.

Kekurangan semikonduktor global dan masalah rantai pasokan lainnya telah mengurangi pengiriman mobil secara global, dengan banyak pembuat mobil duduk di barang setengah jadi dan tidak dapat memenuhi permintaan.

Baca juga: Penjualan pernak-pernik jelang Imlek di Pontianak turun dampak COVID-19

Jerman adalah yang paling terpukul di antara pasar utama Uni Eropa. Data ACEA menunjukkan, Jerman mencatat penurunan penjualan 10,1 persen di tahun ini. Sementara yang lain seperti Italia, Spanyol dan Prancis melihat pertumbuhan marjinal.

Jumlah kendaraan baru yang terdaftar di Uni Eropa, Inggris dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) pada bulan Desember turun 21,7 persen (year on year), menandai bulan keenam berturut-turut akan penurunan penjualan tersebut.

Baca juga: Penjualan souvenir di pusat oleh-oleh Pontianak turun drastis
Baca juga: Sempat turun 10,73 persen, PLN optimistis penjualan meningkat saat normal baru
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022