Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi memberikan perhatian serius dan khusus dalam pencegahan kasus narkoba di kalangan siswa di daerah itu.

"Tugas bersama kita memberikan perhatian serius pada anak. Apalagi saat siswa mulai SD sampai SMA yang terpapar narkoba sudah memprihatinkan," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Kalimantan Barat, Rabu.

Ia menyebutkan bahwa saat ini ada 200 siswa SD yang terpapar narkoba di Kabupaten Sambas, kemudian ada 300 siswa SMP yang juga ikut terpapar kasus yang sama.

"Dengan hal itu, kita tidak boleh diam. Pemerintah kabupaten juga tidak tinggal diam dan terus bagaimana bersama melakukan pencegahan. Paling penting dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sambas terus berupaya mencegah dan menanggulangi hal itu," ucap dia.

Terkait kasus kekerasan pada perempuan dan anak, kata dia, juga menjadi perhatiannya.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak bukan hanya masalah hukum tapi juga masalah sosial.

Persoalan tersebut, kata dia, menjadi tugas bersama dalam mencegahnya, sedangkan pemerintah daerah melalui kebijakan terus berupaya menanganinya.

"Kembali, ini menjadi perhatian kita bersama dan tanggung jawab kita bersama. Kabupaten Sambas berada di nomor tiga setelah Kota Pontianak dan Kabupaten Ketapang kasus tertinggi terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan," ucap dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022