Sekitar 600 personel kepolisian akan dikerahkan untuk mengendalikan massa di Lapangan Gwanghwamun di Seoul pusat, tempat ribuan suporter tim nasional Korea Selatan diperkirakan bakal berkumpul di jalanan selama Piala Dunia di Qatar, kata para pejabat di ibu kota Korea Selatan itu, Rabu.

Pemerintah Metropolitan Seoul telah mengizinkan Red Devils, kelompok pendukung resmi tim sepak bola nasional Korsel, untuk menggunakan alun-alun untuk berselebrasi di jalanan selama Piala Dunia, sekitar sebulan setelah kerumunan mematikan di lingkungan Itaewon Seoul menewaskan sedikitnya 158 orang.

"Sebanyak 41 petugas polisi, bersama dengan delapan regu polisi (terdiri atas sekitar 560 personel), akan dikerahkan di Lapangan Gwanghwamun pada Kamis untuk mencegah kepadatan," kata seorang pejabat di Badan Kepolisian Nasional, seperti dikutip kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Baca juga: FIFA selidiki nyanyian diskriminatif suporter Ekuador saat pertandingan pembuka

Ribuan penggemar olahraga diperkirakan berkumpul di jalanan Kamis ketika tim nasional dijadwalkan menghadapi Uruguay. Hingga 10.000 penggemar diperkirakan akan berkumpul untuk dua pertandingan berikutnya pekan depan.

Bekerja sama dengan Red Devils dan pemerintah metropolitan Seoul, polisi akan melakukan pemeriksaan keamanan di sekitar Lapangan Gwanghwamun, pintu masuk kereta bawah tanah terdekat, dan lingkungan lainnya sebelum acara selebrasi, kata pejabat tersebut.

Polisi akan melakukan pemeriksaan langsung pada level penonton untuk mencegah kepadatan berlebih dan memecah kerumunan dengan mengarahkan ke jalur yang berbeda saat meninggalkan lapangan setelah pertandingan.

Polisi juga akan melakukan pengendalian massa di distrik kehidupan malam terdekat di mana banyak orang bakal mengikuti pertandingan.

Secara terpisah, tim komando polisi khusus juga akan dikirim untuk merazia daerah tersebut untuk mencegah peristiwa ledakan atau serangan teroris.

Baca juga: Warga diminta jaga ketertiban saat "nobar" Piala Dunia 2022

Sekalipun mendominasi penguasaan bola, Kroasia kesulitan menembus pertahanan kokoh Maroko dan sebaliknya Maroko beberapa kali membahayakan gawang Kroasia ketika kedua tim imbang 0-0 di Stadion Al Bayt dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2022 yang berakhir malam Rabu malam WIB ini.

Pertandingan kedua tim lain benua ini berlangsung sengit, namun runner-up Piala Dunia 2018 pimpinan Luka Modric yang lebih banyak menciptakan peluang tepat sasaran.

Didukung oleh warga Maroko yang tinggal di Qatar, Singa Atlas melanjutkan penampilan cemerlang tim sesama Afrika utara Tunisia yang menahan seri kuda hitam Denmark sehari sebelumnya.

Pelatih Zlatko Dalic mendesak Kroasia agar berhati-hati setelah Arab Saudi secara mengejutkan menjungkalkan Argentina yang disebut kapten Maroko Romain Saiss telah "membuka pintu" bagi tim-tim non favorit untuk membalikkan nasib dalam turnamen edisi 2022 di Qatar ini.Baca selengkapnya: Maroko versus Kroasia imbang 0-0
 

Pewarta: Teguh Handoko

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022