Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Lorensius mengatakan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang mencapai 99,6 persen dan saat ini menunggu menteri melakukan peninjauan sebelum diresmikan.

"Pembangunan PLBN Jagoi Babang 99,6 persen.Untuk peresmian belum bisa dipastikan, masih menunggu untuk menteri meninjau dulu," ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa PLBN Jagoi Babang berdiri di atas tanah seluas 16,7 hektare yang terdiri dari zona inti dan zona penunjang.

"Untuk pembangunan PLBN Jagoi Babang terdiri dari tiga zona bangunan yakni, zona inti, zona penunjang 1 dan 2. Zona inti terdiri dari bangunan PLBN inti, car wash, power house, gudang sita, tempat penampungan sementara sampah (TPS), gerbang Tasbara, pos pemeriksaan imigrasi, toilet dan peralatan X-Ray. Untuk zona penunjang 1 terdiri dari bangunan wisma dan mes pegawai. Untuk zona penunjang 2 terdiri dari bangunan masjid, kapel, pasar dan mini terminal," kata dia.

Ia menyebutkan PLBN Jagoi Babang dimulai sejak November 2020, dengan anggaran bersumber APBN tahun 2020-2022 (MYC) sebesar Rp209,14 miliar.

"PLBN Jagoi Babang dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BBPW) Provinsi Kalimantan Barat Ditjen Cipta Karya," katanya.

Ia menyatakan, seharusnya pengerjaan PLBN sudah selesai dan diresmikan di Juli 2022, namun ada kendala lain sebagainya.

"Dari informasi yang saya dapatkan lagi peresmian akan dilakukan bulan Desember 2022 ini namun karena ada beberapa kendala belum ada kepastian, tapi itu kita masih menunggu informasi selanjutnya dari pusat ya apakah akan di resmikan Desember nanti atau ada perubahan lagi," jelasnya.

Ia menyatakan yang menjadi kendala selanjutnya yakni jalan menuju titik nol yang masih jalan tanah sekitar 100 meter. Pihaknya juga sudah coba menyurati BBPW.

"Mudahan ada tanggapan positif dan juga jika dibangun tentu butuh biaya lagi, dan itu kembalikan ke teknis lah," harapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bengkayang sendiri terus mempersiapkan diri baik itu dari sisi SDM maupun aktivitas penunjang dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat setempat diminta dapat proaktif dan kreatif, sehingga tak hanya menjadi penonton saja tapi juga sebagai pelaku.

"Itu yang sedang kita lakukan, sehingga nantinya masyarakat kita bisa siap dan bisa berkompetisi. Masing-masing bisa menunjukkan hasil kreativitas nya lewat UMKM. Pemda juga sudah menurunkan tim pelatih atau pendamping untuk UMKM kita. Supaya dengan begitu mereka lebih terampil dan menghasilkan produk dengan nilai jual lebih baik," jelas dia.

Ia berharap, setelah dibukanya PLBN Jagoi Babang ini terjadi pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

"Kita juga berharap nantinya ada prioritas untuk tenaga kerja bagi warga setempat dan memperdayakan warga setempat sesuai dengan keahlian yang mereka punya. Sehingga tak ada warga lokal yang jadi penonton saja," jelas dia.

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022