PT Perusahaan Listrik Negara meluncurkan Pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di Gardu Induk PLN Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengaturan Beban Sistem Kalimantan Barat dalam rangka memastikan serta menjaga keandalan pasokan energi listrik.

"Pasukan PDKB ini hadir untuk meningkatkan layanan pasokan listrik yang andal di Provinsi Kalbar untuk mendukung aktivitas masyarakat," ujar Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi di Pontianak, Kalbar, Senin.

Ia menjelaskan bahwa dengan Pasukan PDKB tersebut ketika ada pemeliharaan maka tidak ada pemadaman aliran listrik sehingga tidak mengganggu aktivitas pelanggan atau masyarakat yang membutuhkan energi listrik.

"Untuk memastikan SDM dari Pasukan PDKB sesuai SOP dan kapasitasnya sebagaimana pasukan elit kami telah memberikan pelatihan dan dalam bulan ini ada sertifikasi. Mereka harus disiplin dan terus mengedepankan keamanan," katanya.

Ia menjelaskan ketersediaan energi listrik yang andal penting karena berpengaruh signifikan kepada aktivitas masyarakat. Apalagi menurutnya kebutuhan akan listrik di Kalbar terus meningkat signifikan.

Baca juga: PLN kembangkan pembangkit listrik tenaga surya di Temajuk

"Pascapandemi COVID-19 kebutuhan listrik di Kalbar meningkat capai 20 MW. Saat ini kebutuhan energi listrik di Kalbar sekitar 500 MW," papar dia.

Ia menambahkan ke depan dengan adanya larangan ekspor bauksit, maka kebutuhan industri dan lainnya akan meningkat sehingga hal itu perlu diiringi dengan pembangkit dan beban yang harus mencukupi.

"Dari sisi pemeliharaan dengan tingginya beban maka akan ada tantangan. Namun dengan adanya Pasukan PDKB ini menjadi solusi sehingga dalam kondisi apa pun siap bekerja dan memaksimalkan layanan. Kami terus mengingatkan dan berharap PDKB menjaga keselamatan dan keamanan," ucap dia.


Baca juga: PLN gelar forum keselamatan ketenagalistrikan di Sambas
 

 

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023