Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan Pemerintah menyiapkan lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan keamanan ekstra di Pulau Nusa Kambangan, Jawa Tengah, khusus untuk kejahatan narkoba.

"Kemenkumham itu sudah menyiapkan penjara atau lapas yang super secure, yang nanti juga insyaallah akan ditinjau oleh presiden untuk suatu peresmiannya, mungkin di Nusa Kambangan," kata Mahfud usai mengikuti rapat terbatas (ratas) soal penanganan narkoba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Mahfud mengatakan kejahatan narkoba di Indonesia saat ini sudah sangat masif. Menurut dia, korban terbanyak berasal dari para pengguna sehingga menyebabkan lapas menjadi sangat padat.

Oleh karena itu, lanjutnya, Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menerapkan berbagai tindakan khusus bagi para pengedar dan bandar narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose secara terpisah menyatakan hal serupa bahwa Pemerintah akan membuka lapas khusus kasus narkoba dengan keamanan maksimal.

"Lapas itu nanti special maximum security, khusus untuk narkotika," kata Petrus.

Dalam rapat terbatas itu, katanya, Jokowi memberikan arahan agar jajarannya bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjalankan program penanggulangan narkotika secara terukur dan dengan langkah-langkah luar biasa.

Menurut Petrus, sejauh ini BNN sudah bekerja sama dengan TNI dan Polri serta kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) terkait dalam penanggulangan narkotika.


Baca juga: Polisi telusuri jaringan penyelundup sabu-sabu ke Lapas
 




Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Singkawang menggelar apel "Deklarasi Zero Halinar", sebagai bukti perang terhadap alat komunikasi ilegal seperti zero handphone, pungli dan pemberantasan narkoba di lingkungan Lapas Singkawang.

"Apel ini diikuti oleh seluruh petugas Lapas Kelas II B Singkawang dan perwakilan warga binaan di Lapangan Upacara Lapas Kelas II B Singkawang, untuk mewujudkannya kita membutuhkan pribadi yang berintegritas dan berdedikasi tinggi bagi seluruh petugas maupun warga binaan harus terlibat aktif dalam mematuhi SOP yang ada," kata Kepala Lapas Kelas II B Singkawang, Priyo Tri Laksono di Singkawang, Selasa.

Priyo menuturkan, deklarasi "Zero Halinar" ini bukan hanya sekedar seremonial belaka karena dirinya menegaskan kepada seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh warga binaan tanpa diskriminasi, melaksanakan program pembinaan yang sudah ada sehingga bisa memberikan bekal hidup bagi warga binaan setelah bebas nantinya.

Menurutnya, melalui deklarasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dari pihaknya dalam mengimplementasikan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan handphone, pungli, dan peredaran gelap narkoba di lingkungan Lapas.Baca selengkapnya: Lapas Singkawang nyatakan perang terhadap pungli - narkoba


 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023