"Kenaikan uang muka membuat penjualan mobil untuk segmen medium seperti Avanza dan Xenia turun. Selama ini, 60-70 persen konsumen membeli secara kredit," kata Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan di Jakarta, Rabu.
Menurut Johnny, yang juga presiden direktur PT Toyota Astra Motor ini, konsumen akan keberatan dengan besarnya uang muka pembelian mobil baru.
"Konsumen tidak akan sanggup jika pemerintah mewajibkan membayar uang muka minimum Rp40 juta untuk mobil dengan harga di atas Rp100 juta," ujarnya.
Lebih lanjut Johnny mengatakan untuk pembatasan BBM, sebaiknya disparitas harga antara premium dan pertamax tidak terlalu jauh.
"Sebaiknya pemerintah menaikkan harga premium dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 untuk menghindari penyalahgunaan BBM dan tindakan pengoplosan. Jika selisih harganya tidak terlalu besar, maka konsumen akan mengonsumsi pertamax," katanya.
(KR-SSB)
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.