Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga saat ini 822 warga di Jakarta Utara masih mengungsi pada sejumlah lokasi pengungsian akibat banjir pada di kawasan itu, Senin (12/1).
“Ratusan warga yang mengungsi ini di dua kecamatan yakni Cilincing dan Tanjung Priok. Data hingga pukul 12.00 WIB,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan mereka terdiri 530 warga dari 202 kepala keluarga (KK) ada di Rusun Embrio Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing.
Kemudian, 68 orang dari 50 KK mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing.
Setelah itu, 49 orang dari 12 KK mengungsi di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing.
Baca juga: Warga Halmahera Utara mengungsi mandiri pascabanjir
Baca juga: 268 warga masih mengungsi di Pasaman Barat
Kemudian, di Kecamatan Tanjung Priok, 175 warga dari 81 KK yang masih mengungsi di sejumlah lokasi.
Mereka mengungsi di Mushalla Baiturrahim (30 jiwa), Masjid Miftahulsalam (120 jiwa) dan Mushalla Al Wasilatul Iman (25 jiwa).
Selain itu, ada enam RT yang masih terendam banjir hingga Selasa siang seperti di Kelurahan Kalibaru, Cilincing dengan ketinggian air 30 sentimeter (cm).
Kemudian, lima RT di Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok dengan ketinggian air 30 cm.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata dia.
Sebelumnya BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir di Jakarta Utara.
Pendistribusian bantuan logistik dilaksanakan secara intensif sejak Senin (12/1) malam hingga Selasa dini hari dengan melibatkan unsur lintas sektor.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BPBD telah menyalurkan berbagai jenis bantuan logistik dengan total nilai bantuan sebesar Rp575,4 juta dengan rincian 226 paket perlengkapan anak,226 dus air mineral, 226 biskuit kaleng, 226 paket sandang dan 840 matras.
Selain bantuan dari BPBD Provinsi DKI Jakarta, pendistribusian logistik juga didukung oleh berbagai pihak, antara lain Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, unsur kepolisian, relawan, serta lembaga kemanusiaan lainnya.
“Seluruh bantuan telah diserahterimakan secara resmi kepada kelurahan, RT setempat dan warga terdampak, disertai penandatanganan berita acara serah terima (BAST),” kata dia.
Baca juga: 3.878 warga Agam masih mengungsi dampak bencana alam
Baca juga: 1.271 KK terdampak banjir dan sebagian warga mengungsi
