Yogyakarta (ANTARA Kalbar) - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan Sistem Informasi Data Partisipatif Sumber Daya Hayati (Sipar Sehat) untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal. Ada 10 kabupaten yang dijadikan proyek percontohan, yakni Sambas, Jeneponto, Bengkulu Tengah, Kaur, Seram Bagian Barat, Bima, Pamekasan, Sampang, Bondowoso, dan Konawe Selatan.
"Sistem Informasi Data Partisipatif Sumber Daya Hayati (Sipar Sehat) itu dikembangkan untuk memetakan kebutuhan percepatan dan potensi unggulan suatu daerah," kata Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini di Yogyakarta, Selasa.
"Database yang dikembangkan meliputi data sumber daya hayati di antaranya pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan," kata Menteri PDT.
Selain itu, kata dia, data tentang infrastruktur yang tersedia, jaringan dengan industri, dan data keuangan dan daya beli.
"Kami berharap Research Week UGM kali ini bisa implementatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Hasil riset dan inovasi yang telah dikembangkan diharapkan bisa memberi inspirasi untuk pembangunan daerah," katanya.
(B015)
