Presiden Yudhoyono saat menerima penghargaan '21st Century Economic Achievement' dari US-ASEAN Business Council serta 'The Environment Leadership' dari World Wildlife Fund dan World Resources Institute di New York, Senin malam (24/9) waktu setempat mengatakan program tersebut tidak hanya untuk tujuan pemeliharaan lingkungan namun juga memberikan pengaruh terhadap perekonomian nasional dan masa depan Indonesia.
"Kondisi paling menyedihkan terkait deforstasi di negara kami adalah saat kami kehilangan 3,5 juta hektare hutan hujan saat masa transisi demokrasi pada 2000," kata Presiden.
Presiden mengatakan dari titik itu, Indonesia kemudian melakukan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan jumlah hutan.
Kepala Negara mengakui tidak mudah dalam meretas jalan agar kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik. Maka salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melibatkan komunitas lokal dan juga kerja sama dengan kalangan internasional.
"Salah satunya adalah keputusan kami untuk membuat terobosan dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah Norwegia untuk memastikan implementasi program REDD plus," katanya.
Presiden mengatakan keputusan itu memang tidak populer dan mendapat banyak kritik, namun ia menyatakan hal tersebut akan memberikan pengaruh yang baik secara jangka panjang sesuai dengan kepentingan nasional dan kewajiban terhadap pemeliharaan lingkungan.
"Saat ini kami juga memiliki perjanjian moratorium yang dapat memberikan kesempatan pada kami untuk mendorong keberlanjutan hutan dan juga reformasi pemerintah," kata Presiden.
Menurutnya sebagai salah satu hasil positif dari sejumlah kebijakan tersebut adalah saat ini 35 persen hutan hujan tropis Indonesia didesain untuk konservasi.
"Di samping itu kami juga secara agresif menginisiasi upaya reforestasi dan saya sendiri memimpin kampanye itu dan telah berhasil menanam 1 miliar pohon setiap tahunnya. Sejauh ini sekitar 3 miliar pohon telah ditanam setara dengan satu dari setiap dua orang di bumi ini," katanya.
Atas sejumlah perkembangan tersebut, Presiden mengajak semua pihak untuk bersama-sama Indonesia tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi namun juga membangun dengan tidak mengabaikan lingkungan dan menempatkan lingkungan sebagai salah satu faktor penting dalam pembangunan.
(P008*G003)
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026