"Kalau ada masyarakat yang terindikasi membeli untuk dijual kembali, seperti menggunakan tangki motor yang besar dan sebagainya, sebaiknya tidak dilayani," kata Sales Representative Wilayah VII Pertamina Kalbar Fakhri Rizal Hasibuan di Pontianak, Senin.
Ia menjelaskan, tindakan itu harus dilakukan oleh pihak SPBU, agar stok BBM, baik itu jenis premium maupun solar bersubsidi tidak cepat habis.
"Kami akan menindak tegas SPBU yang terbukti melakukan kerja sama dengan pihak penampung BBM bersubsidi, bisa dengan teguran tertulis hingga penutupan," ujar Fakhri.
Dalam kesempatan itu, Fakhri mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak panik terhadap kelangkaan BBM jenis premium sejak Sabtu (10/11) hingga Minggu (11/11), karena mulai hari ini (Senin) distribusi premium sudah lancar.
(A057)
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026