"Saya melihat para remaja saat ini kehilangan karakter kebangsaan yang diwariskan para pahlawan, mereka sudah jarang lagi mengucapkan salam hormat kepada orang tua, mudah menyerah, dan cenderung melakukan hal-hal yang menyimpang," kata Kakwarda Pramuka Kalbar, Suryadi di Pontianak, Minggu.
Ia menambahkan, dengan jiwa dan semangat Pramuka mental para remaja dapat dibina dan dikembangkan.
"Demi terlestarikannya nilai-nilai lihur karakter bangsa Indonesia di mata dunia," ujar dia.
Ia melanjutkan, melalui Gerakan Pramuka, sejak dini telah diajarkan berbagai nilai-nilai luhur seperti melalui permainan mendidik.
Harapannya, agar di masa depan mereka akan diajarkan pada nilai-nilai pengabdian yang dapat dikembangkan menjadi alat untuk membangun bangsa.
Pemerintah, kata dia, melalui UU No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka mengamanatkan bahwa Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib di lingkungan sekolah mulai tingkat SD sampai SMA.
Ia menyambut pengukuhan Saka Kencana BKKBN Kalbar mengingat BKKBN mempunyai program-program pembinaan generasi muda seperti Bina Keluarga Remaja maupun Generasi Berencana.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Dwi Listyawardani selaku Pembina Saka Kencana mewajibkan semua pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BKKBN untuk mengikuti kegiatan Pramuka.
"Saya berharap dimanapun mereka nanti ditugaskan, akan tetap mampu menjalankan tugas-tugas pembinaan kepramukaan kepada generasi muda," ujar Dwi Listyawardani.
(T011)
Editor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026