Pontianak (Antara Kalbar) - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Sutarmidji-Edi Rusdi Kamtono menyatakan kemungkinan besar hanya akan melakukan kampanye dialogis agar menang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Pontianak, 19 September 2013.

"Kemungkinan besar kami tidak akan melakukan kampanye terbuka. Kami hanya akan berkampanye dialogis agar masyarakat bisa langsung bertatap muka dan mengetahui program-program yang kami laksanakan apabila terpilih," kata calon wali kota Pontianak periode 2013-2018, Sutarmidji di Pontianak, Selasa.

Kampanye dialogis dinilai Sutarmidji (pejabat kini) lebih efektif seperti pada kampanye Pilkada tahun 2008 ketika berpasangan dengan Paryadi (yang kini maju sebagai calon wali kota berpasangan dengan Sebastian).

"Saya sudah sampaikan ke seluruh tim sukses untuk lebih menampilkan apa yang akan diprogramkan apabila saya dan pak Edi Rusdi Kamtono terpilih. Jangan nilai program orang atau pasangan calon lainnya, tetapi urus kita sendiri saja," ungkapnya.

Sutarmidji menyatakan menginginkan pola kampanye seperti itu dijadikan percontohan model kampanye yang efisien dan efektif.

"Biarkan saja, saya dan pak Edi Rusdi Kamtono yang menjadi eksperimen model kampanye seperti itu. Untuk sementara ini, kami tidak akan melakukan kampanye terbuka," ujarnya.

KPU Kota Pontianak menetapkan kampanye rapat umum dan dialogis dimulai tanggal 4 hingga 15 September atau selama 12 hari. Setelah itu, tanggal 16 hingga 18 September masa tenang, kemudian pemungutan suara dilakukan 19 September 2013.

Pewarta: Andilala
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026