Jakarta (Antara Kalbar) - Bedah minimal invasiff yang dikenal dengan teknik pembedahan laparoskopi saat ini sudah bisa dilakukan di Kalimantan, khususnya di Pontianak, sehingga pasien dengan kasus membutuhkan tindakan itu tak perlu ke luar negeri.
"Dibandingkan dengan metode pembedahan klasik atau laparotomi, teknik ini memilik banyak kelebihan, bahkan menjadi terapi standar emas bagi beberapa kasus di bidang kandungan," kata Ketua tim dokter di Rumah Sakit Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak, dr. Syahnural, SpPOG yang mengerjakan tindakan laparoskopi terhadap empat kasus tumor jinak kandungan, dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dengan teknik ini, pembedahan hanya memerlukan sayatan kecil di dinding perut, dan menggunakan kamera serta perangkat alat untuk melakukan tindakan operasi, gambar dari kamera video disiarkan oleh sebuah LCD besar sehingga dimungkinkan melakukan pembesaran pandangan, sehingga membuat tindakan pembedahan semakin cermat.
Keberhasilan tim ini tidak terlepas dari kerja sama strategis yang dibangun antara manajemen RS Anugerah Bunda Khatulistiwa, dengan PT Ingin Anak (PTIA), sebuah institusi yang bergerak di bidang pengembangan pelayanan pusat gangguan haid, gangguan kesuburan dan bayi tabung, serta tim dokter ahli endokrinonologi reproduksi dari Klinik Yasmin Kencana RSCM yang pada operasi kali ini diwakili oleh dr. Budi Wiweko, SpOG (K).
Dr. Yassin Yanuar M Ilham Bintang, SpOG s sebagai General Manager Manager Bussiness and Development PT Ingin Anak menyatakan bahwa pengembangan pelayanan di Pontianak adalah salah satu langkah awal PTIA dalam rencana pengembangan klinik bayi tabung di seluruh Indonesia, untuk mengantisipasi ASEAN terbuka pada tahun 2015, agar orang Indonesia kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam menciptakan layanan klinik gangguan haid dan kesuburan yang berkualitas.
Dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K) sebagai Kepala Klinik Yasmin Kencana, mengatakan bahwa sebagai institusi yang memiliki perhatian khusus pada pengembangan pelayanan, pengembangan sumber daya manusia dan riset di bidang endokrinologi reproduksi.
"Kami sangat mendukung kerja sama ini," katanya.
Kerja sama ketiga pihak ini, akhirnya membawa pelayanan yang selama ini didambakan oleh masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan barat dan Pontianak.
Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, ketiga mitra ini akan mengembangkan pelayanan bayi tabung pertama di pulau Kalimantan.
