"Saya minta kepala sekolah lebih memperhatikan lingkungan pendidikannya di mana ia bertugas. Tidak hanya dalam proses belajar mengajar tetapi juga memperhatikan lingkungan sekolahnya, dengan menanam pohon penghijauan, kebersihan, kerapian dan lain sebagainya," kata Sutarmidji di Pontianak, Senin.
Wali Kota Pontianak Sutarmidji, hari ini melantik sebanyak 48 kepala sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK.
Terdiri dari kepala sekolah SDN sebanyak 36 orang, SMPN tujuh orang, SMAN tiga orang, dan SMK dua orang.
Selain itu, ia meminta sekolah harus bisa memahami betul karakter anak didiknya. Dirinya tak ingin ada sekolah yang membiarkan anak didiknya yang mengenakan pakaian seragam compang-camping, sobek dan sudah kusam ke sekolah.
"Itukan bisa merusak mental anak didik, kami sudah siapkan bantuan pakaian seragam bagi siswa tidak mampu," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Sutarmidji meminta, pihak sekolah juga harus bersih dari kepentingan politik praktis.
"Kepala sekolah juga jangan mau dilibatkan masuk dalam ranah pilih memilih anggota legislatif, kepala sekolah tidak boleh berpolitik, kalau berpolitik akan saya copot jabatannya dan gurunya akan diberikan peringatan keras," ancam Sutarmidji.
Menurut dia, kalau ada masalah di lingkungan sekolah sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme dunia pendidikan. "Jangan diumbar dahulu hal yang belum pasti karena kadang sudah menjadi konsumsi publik padahal kenyataannya tidak seperti yang diumbar," katanya.
Wali Kota Pontianak mengajak para kepala sekolah yang baru dilantik untuk menjaga dunia pendidikan agar nyaman dan kondusif sehingga mencapai prestasi yang baik.
"Pemkot menjadikan pendidikan prioritas utama makanya tahun ini ada beberapa sekolah yang kami bangun secara besar-besaran misalnya SMA 1 yang menelan anggaran Rp30 miliar, kemudian SMA dan SMK lain juga, dengan harapan kalau infrastruktur pendidikan baik, mudah-mudahan diikuti prestasi yang baik pula," ujarnya.
(A057/N005)
Pewarta: AndilalaEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026