"Kami sudah menanam ribuan pohon, contoh gampangnya sukun. Ada berapa banyak, termasuk di lingkungan kediaman dinas Gubernur," kata Cornelis di Pontianak, Senin.
Ia melanjutkan, sukun pohon yang gampang tumbuh, tiga tahun sudah berbuah. "Fungsinya sama dengan pohon-pohon lain," ujar dia.
Beberapa waktu lalu, ia berangkat ke Brazil untuk mengikuti pertemuan seputar perubahan iklim.
Dalam pertemuan yang diikuti sejumlah kepala daerah dari beberapa negara itu, disepakati agar iklim di muka bumi terkendali, masyarakat dunia mau berpartisipasi.
"Kalau tidak dimulai dari sekarang, 25 tahun sampai 50 tahun mendatang, bumi tidak layak untuk ditinggali," kata dia.
Menurut dia, air bersih akan semakin berkurang dan bisa jadi suatu saat dijatah pembagiannya.
Ia mencontohkan di Amerika Serikat, salah satu negara bagiannya sudah hampir setahun tidak turun hujan, dan suhu mencapai 40 derajat Celsius.
"Air tanah sudah hampir habis, masyarakat tidak boleh mencuci mobil di rumah. Kita tentu tidak ingin seperti ini," katanya menegaskan.
Selain menanam pohon, Gubernur Cornelis juga mengajak masyarakat jangan membuang air limbah sembarangan di sungai.
"Sekarang air di Pontianak sudah asin, harusnya wali kota, bupati, bisa bekerja sama untuk air minum," kata dia.
Ia juga berharap komitmen dari masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendukung penegakan hukum seputar masalah lingkungan.
***3***
T011
Editor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.