"Tidak ada lonjakan penumpang yang berarti. Bahkan dari hasil pantauan kami di Terminal Kedamin, beberapa bus angkutan umum yang berangkat ke Pontianak terlihat masih ada satu - dua kursi yang kosong," kata Kabid LLAJ Dishubkominfo Kapuas Hulu Anwar R saat dihubungi di Putussibau, Kamis.
Anwar menjelaskan, setiap harinya sebanyak delapan unit armada angkutan umum, diantaranya enam unit jurusan Putussibau - Pontianak, dan dua unit jurusan Putussibau - Sintang dan sebaliknya.
"Kedua angkutan umum jurusan Putussibau - Sintang, yaitu satu unit bus Perintis dan satu unit bus Damri," ujarnya.
Sedangkan untuk jurusan Putussibau - Pontianak, yakni sebanyak dua unit bus Perintis, dan satu bus unit bus Valenty, dua unit bus Sentosa, serta satu unit bus Marus.
"Kami juga secara rutin melakukan pengecekan terhadap kelayakan fisik bus tersebut sebelum berangkat membawa penumpang, guna memastikan layak tidaknya bus tersebut membawa penumpang sepanjang mudik dan balik Lebaran," ujarnya.
Namun sampai saat ini, Anwar memastikan kendaraan yang sudah dilakukan pengecekan pada umumnya laik jalan semuanya.
Anwar mengimbau kepada perusahaan angkutan umum, jika terjadi lonjakan penumpang supaya menggunakan bus cadangan sehingga semua penumpang bisa terlayani.
Sementara itu, Kepala Terminal Batu Layang Pontianak Burhan saat dihubungi menyatakan puncak arus mudik Lebaran tahun 2015 untuk jalur pantai utara Kalimantan Barat, yakni dari Pontianak, Mempawah, Kota Singkawang, Pemangkat dan Kabupaten Sambas, pada H-2 Lebaran kemarin.
Burhan menjelaskan terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 10 persen dibanding hari biasanya, terutama jurusan Pontianak hingga Kota Sambas. Begitu juga untuk rute Pontianak menuju Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi juga mengalami peningkatan.
Data Terminal Batu Layang, mencatat bus yang melayani jurusan pantura Kalbar sebanyak 35 unit bus, kemudian ke Landak sebanyak 10 unit, Bengkayang enam unit, sementara jurusan Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dilayani oleh bus besar yang dimiliki Damri dan bus milik swasta yang melewati Terminal Bus Internasional Sungai Ambawang.
(A057/N005)
Pewarta: AndilalaEditor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.