Bengkayang (ANTARA) - Aroma kue yang baru matang memenuhi dapur produksi “Musmusni Cookies” milik Musfalah (51), seorang pelaku usaha kuliner di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. 


Dari dapur sederhana di rumahnya, perempuan mantan pekerja migran Indonesia (PMI) itu kini mampu memproduksi aneka jajanan pasar, kue kering, hingga katering yang dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan mulai menjangkau Sarawak, Malaysia.

Perjalanan usaha Musfalah tidak dimulai dengan mudah. Enam tahun lalu, ia hanya berjualan donat di pinggir jalan dengan modal seadanya. Namun keberanian mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI menjadi titik balik perkembangan usaha “Musmusni Cookies” yang kini semakin dikenal masyarakat.

“Dulu saya hanya melapak jualan donat di pinggir jalan. Lalu saya memberanikan diri pinjam KUR Rp10 juta untuk tambahan modal menerima pesanan Lebaran,” kata Musfalah saat dihubungi di Singkawang, Selasa. 

Tambahan modal tersebut kata dia, dimanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas produksi kue kering. Pesanan yang awalnya sekitar 100 kilogram terus meningkat dari tahun ke tahun. Melihat perkembangan usaha yang semakin baik, ia kembali mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp30 juta.

“Alhamdulillah pesanan terus bertambah sampai lebih dari satu ton selama dua tahun berturut-turut. Sekarang kami sudah punya tempat produksi sendiri,” ujarnya.

Musfalah mengatakan, sebelum mengembangkan usaha kuliner, dirinya pernah bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran. Dari hasil bekerja tersebut, ia membeli berbagai peralatan produksi seperti oven dek, mixer, dan perlengkapan baking lainnya.

Namun saat pandemi COVID-19 melanda, modal usaha yang dimiliki mulai menipis. Di tengah kondisi tersebut, KUR BRI menjadi penopang agar usaha tetap berjalan dan berkembang.

“Tahun 2022 saya mengajukan KUR. Prosesnya mudah dan tidak terlalu dipersulit karena memang kami sudah punya usaha,” katanya.

Ia mengaku saat pertama kali mengajukan pinjaman, dirinya tidak menggunakan agunan dan proses persetujuan berjalan cepat.

Dana KUR yang diperoleh digunakan untuk membeli tambahan peralatan baking, memperluas tempat produksi, hingga membeli freezer untuk menyimpan produk frozen food yang kini juga dipasarkan kepada pelanggan.

Saat ini, usaha kuliner “Musmusni Cookies” mempekerjakan empat karyawan perempuan secara tetap. Bahkan pada momen tertentu seperti Lebaran dan perayaan besar lainnya, jumlah tenaga bantuan produksi bisa mencapai 10 orang.

“Motivasi saya biar bisa bantu orang yang memerlukan pekerjaan,” ujarnya.

Lapak Dapur Musmusni Cookies yang menjual aneka macam kue kering di Singkawang (ANTARA/Narwati)

Produk buatan Musfalah kini dipasarkan dari rumah, dititipkan di sejumlah toko dan pusat oleh-oleh di Singkawang, serta dipromosikan secara daring. 

Ia juga rutin membuka lapak setiap Minggu di kawasan Car Free Day Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.

Selain jajanan pasar dan kue kering, “Musmusni Cookies” juga menerima pesanan katering dan berbagai kebutuhan acara masyarakat.

Menurut dia, penggunaan layanan digital juga membantu transaksi usaha menjadi lebih mudah. Saat ini, pembayaran pelanggan sudah menggunakan QRIS.

“Alhamdulillah sekarang pelanggan sudah dari luar kota bahkan luar negeri. Untuk Sarawak memang masih sedikit dan belum ekspor besar, tapi mereka suka dengan cemilan dan kue kering kami,” katanya.

Meski peluang pasar di Malaysia cukup terbuka, Musfalah mengaku masih fokus memenuhi permintaan di Singkawang dan sekitarnya yang terus meningkat, terutama saat momen hari besar keagamaan.

Dari usaha rumahan tersebut, omzet kotor “Musmusni Cookies” kini mencapai sekitar Rp30 juta per bulan.

Musfalah berharap pelaku UMKM seperti dirinya terus mendapat pendampingan dan pembinaan agar usaha lokal semakin berkembang dan mampu menembus pasar lebih luas.

“Terima kasih BRI karena sangat membantu usaha kami. Semoga UMKM terus dibina dan diberikan kesempatan promosi lewat bazar atau kegiatan lainnya,” katanya.

Lapak Dapur Musmusni Cookies yang menjual aneka macam kue kering di Singkawang (ANTARA/Narwati)


Sementara itu, pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, terus memperkuat pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong pelaku usaha lokal naik kelas sekaligus membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan di daerah tersebut.

Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin, mengatakan penguatan UMKM dindaerahnya dilakukan tidak hanya melalui bantuan sarana usaha, tetapi juga lewat pendampingan dan pelatihan agar pelaku usaha mampu berkembang secara mandiri dan berdaya saing.

“Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga membangun ekosistem UMKM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan lewat akses pembiayaan perbankan,” katanya. 
Ia menjelaskan, dukungan yang diberikan pemerintah daerah merupakan bagian dari program perencanaan pembangunan industri dan pengembangan UMKM yang diarahkan untuk meningkatkan kemandirian usaha serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Selain bantuan sarana, pemerintah daerah juga terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan berkelanjutan yang dilaksanakan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Singkawang. Program pembinaan mencakup pendampingan produksi, pengelolaan usaha, penguatan manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran.

“Kami ingin UMKM Singkawang tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas melalui manajemen usaha yang baik, pemasaran yang luas, dan kualitas produk yang terjaga,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Singkawang, Yasmalizar mendorong pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Pelaku usaha diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, Pemkot Singkawang juga terus memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan usaha, administrasi, dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Singkawang disebut menjadi salah satu daerah ha dengan capaian baik dalam publikasi sertifikasi halal produk UMKM.

"Dengan  pemanfaatan teknologi digital kita berharap  UMKM lokal semakin tangguh, mandiri, dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian daerah," ujarnya.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026